No WFH, Bagaimana Menyikapinya?

34
Perketat protokol kesehatan saat kantor mulai WFO.

Tidak semua kantor menjalankan sistem work from home (WFH). Sehingga pekerja atau karyawan tetap ke kantor seperti biasa. Tentu dilema besar di situasi pandemi seperti sekarang. Bagaimana menyikapinya?

Rata-rata perusahaan yang tidak memberlakukan WFH bergerak di bidang produksi barang yang membutuhkan kehadiran pegawainya langsung. Sama halnya dengan bagian yang bertatap muka dengan konsumen. Tak bisa digantikan lewat sistem daring sebab operasionalisasi benar-benar mengharuskan adanya kedatangan.

Baca juga: Saat Masuk Kerja Lagi Usai PSBB

Selama pegawai hadir dan mekanisme pekerjaan berjalan, perusahaan akan baik-baik saja. Akan tetapi risiko besar jelas ada dan membahayakan. Pada diri sendiri, rekan kerja, juga keluarga di rumah. Bahaya terpapar di perjalanan serta di tempat bekerja.

Sementara, ingin keluar dari perusahan terkadang bukan pilihan yang ideal. Mengingat saat ini banyak pemutusan hubungan kerja dan pengurangan upah secara massal.

Jaminan perlindungan

Karenanya, pemilik perusahaan yang tidak memberlakukan WFH wajib memberikan perlindungan bagi seluruh karyawannya. Hal ini bertujuan pula untuk mengurangi risiko penularan di tempat bekerja. Perlu memeriksa suhu badan untuk setiap orang yang datang, menyediakan tempat cuci tangan, masker, juga alat perlidungan diri (APD). Begitu ada yang terbukti positif, maka tempat kerja wajib ditutup sementara dan dilakukan penyemprotan disinfektan.

Tetap mendapat hak

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 44/2015 junto PP 82/2019 dan ditegaskan pula oleh BPJS Watch, bahwa karyawan yang tetap masuk kantor selama era pandemi berhak mendapat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKm). Selain itu, jam kerja pun mesti dipotong. Tidak boleh lagi penuh seharian. Pemilik kerja perlu menerapkan jam kerja bergilir agar tidak melebihi kapasitas 50% dari jumlah pekerja yang ada.

Baca juga: Hak Kita Sebelum Pamit Undur Diri

Negosiasi

Namun, tak ada salahnya melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan jika aturan tiadanya WFH sangat memberatkan. Contohnya punya riwayat penyakit penyerta, di rumah punya anak kecil di bawah 3 tahun dan ada orang tua. Kemukakan saja dan coba lobi sebisa mungkin supaya pekerjaan di kantor bisa berjalan tanpa harus datang setiap hari, misalnya.

Jalankan selalu protokol

Patuhi dan jalankan selalu protokol kesehatan dengan ketat. Sepanjang hari berada di luar rumah dan bertemu dengan banyak orang. Apalagi ventilasi ruangan kerja kurang memadai. Jangan lupa begitu sampai di rumah lagi, segera bersihkan diri dan barang-barang yang tadi dibawa. Pastikan diri sendiri tetap aman dan keluarga di rumah tidak sampai tertular.

Cek rutin

Lakukan cek berkala untuk mendapat kepastian tubuh bersih dan sehat. Dua minggu sekali merupakan jangka waktu yang akurat untuk memastikannya. Yakni dengan rapid test atau swab PCR dengan hasil yang lebih kompleks.

Baca juga: Tips Tidak Tertular Virus Corona Di Kendaraan Umum

Laporkan bila ada pelanggaran

Laporkan bila terjadi pelanggaran di tempat kerja. Ke mana? Ke badan pemerintah yang saat ini bertugas khusus mengawal Covid-19, ke komunitas pekerja internal, atau ke badan khusus pelayanan dan perlindungan pekerja. Terutama ketika mendapati jam masuk tetap normal, jumlah pekerja tidak dikurangi 50%, tidak menjalankan protokol kesehatan, dan tidak dilakukan penutupan saat ada yang positif. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong