Parameter Belajar Online Efektif Bagi Anak

21
Memperhatikan kualitas belajar online.

Belajar online masih terus berjalan. Berharap dari interaksi tanpa tatap muka, ada manfaat yang terpetik bagi anak didik. Orang tua juga dapat melakukan evaluasi mandiri untuk memantau sejauh mana efektivitasnya.

Sebab, harus diakui, tak semuanya siap dengan mekanisme belajar dari rumah. Banyak anak yang sudah merasa bosan dan jenuh, orang tua yang tak selalu dapat mendampingi karena berbagai kesibukan, hingga para tenaga pengajar yang sampai sekarang masih terus beradaptasi dengan sistem online.

Jadi efektif tidaknya belajar online tak hanya tergantung dari barang-barang fisik semata. Seperti ruang belajar khusus, tersedia gawai dan kuota internet yang lancar, dan buku-buku pelajaran. Masih ada parameter lain yang diperlukan untuk melihat sukses tidaknya belajar online yang sudah berjalan.

Lantas, mengapa begitu penting untuk membuat parameter dari belajar online? Agar saat ditemukan hambatan dan reaksi yang tidak diharapkan, anak, orang tua, maupun pihak sekolah dapat segera mengambil jalan keluar. Bagian mana yang perlu ditingkatkan dan bagian mana yang harus segera dikoreksi.

Senang dan antusias

Wajar jika anak sesekali bersikap murung atau biasa saja. Lantaran aktivitas pembelajaran jarak jauh yang cenderung monoton. Tak ada warna-warni seperti selingan bermain dengan teman. Tapi hati-hati bila ini berlangsung cukup sering. Cari tahu alasan mengapa sampai demikian.

Belajar online yang cukup efektif terlihat dari sikap anak yang senang dan antusias. Tak dilanda rasa malas di menit-menit pertama atau ketika masih berlangsung. Termasuk tetap semangat mengerjakan berbagai tugas yang diberikan.

Materi diterima dan dipahami

Parameter yang lain terlihat dari kemampuan anak dapat menerima dan memahami materi yang diberikan.

Jika sampai ada topik-topik tertentu yang tidak mampu dikuasai, kemungkinan besar ada masalah.

Barangkali pada sisi anak, cara penyampaian materi, gangguan komunikasi saat belajar online, dan sebagainya.

Maka pada tahap ini, anak sangat membutuhkan hadirnya orang tua. Berperan sebagai teman diskusi serta berkomunikasi dengan guru pengajar untuk mengupayakan jalan keluar terbaik.

Memenuhi kebutuhan

Penting pula untuk memerhatikan apakah belajar online selama ini sudah memenuhi kebutuhan anak. Tak hanya dari segi akademik, melainkan juga menyentuh ke faktor-faktor lain. Di antaranya kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis dan sistematis, melatihnya out of the box, merangsang daya kreasi, serta memfasilitasi minat dan bakatnya. Pada akhirnya, jangan menuntut anak hanya dapat meraih nilai tinggi, tapi perlu lebih dari itu.

Menjawab tantangan

Adanya pandemi telah menyadarkan semua pihak bahwa setelah ini semuanya akan berjalan dengan berbeda. Tidak ada yang bisa memastikan tantangan masa depan bakal seperti apa. Karenanya, hasil dari belajar online sangat urgen menjadi jembatan guna anak-anak siap menuju masa depan yang kian tak menentu.

Berjalan dua arah

Meski berlangsung lewat tatapan pada layar gawai, belajar online wajib berjalan secara dua arah. Tidak berhenti pada guru memberikan materi dan anak didik tinggal menerimanya. Perlu ada diskusi, tanya jawab, saling melengkapi. Satu sama lain kadang menjadi murid, lain kali menjadi layaknya guru. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/Victoria_Borodinova

Follow Instagram @etalaseserpong