Pentingnya Masa Golden Age pada Anak

564

Kita mengenal yang namanya golden age, yaitu masa keemasan dalam pertumbuhan anak. Golden age berada di rentang 0–5 tahun yang dianggap sebagai masa krusial dalam pertumbuhan anak. Pada masa ini, anak akan mengalami pertumbuhan paling pesat dalam hidupnya, mulai dari pertumbuhan fisik hingga kognitif. beberapa hal yang terjadi pada usia ini akan menentukan kepribadian dan kecerdasannya di masa mendatang.

Pentingnya memanfaatkan golden age membuat orang tua harus aware dan mau ambil langkah nyata dalam menstimulasi anak di usia 0–5 tahun. Ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan untuk mengoptimalkan masa keemasan ini.

Perkembangan motorik kasar

Hal pertama yang dipelajari anak dalam tahun-tahun perkembangannya, yaitu motorik kasar. Anak akan belajar untuk duduk, merangkak, berjalan, berlari, dan melompat. Otot-otot tangan dan kaki harus distimulasi secara rutin pada usia ini agar anak memiliki kemampuan mengendalikan otot-otot mereka.

Perkembangan motorik halus

Sementara itu, motorik halus lebih kepada aktivitas yang membutuhkan keluwesan jari jemari. Anak bisa dilatih untuk mengancingkan baju, mewarnai, menggunting, menulis garis, meronce, melipat kertas, bermain lilin, dan lain sebagainya.

Keterampilan ini sangat dimanfaatkan untuk kebutuhan anak nantinya ketika sudah harus menulis dan melakukan keterampilan lainnya yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata.

Perkembangan kognitif

Pada masa golden age, otak anak berkembang sangat pesat. Tugas Anda, yaitu mengarahkan anak untuk bisa mengaktifkan seluruh panca inderanya, merasakan lingkungan sekitarnya, dan memberikan respons yang tepat.

Ajak anak untuk sering pergi ke tempat baru, menyentuh dan merasakan banyak hal baru. Ajak anak mengeksplorasi sekitar seluas mungkin agar pengalamannya semakin kaya.

Mengidentifikasi gangguan tumbuh kembang

Gangguan tumbuh kembang anak akan terlihat pada masa ini. Baik itu gangguan pertumbuhan fisik, sosial, maupun kognitif. Pantau perkembangan anak dan sesuaikan dengan standar perkembangan sesuai usianya. Segera konsultasi dengan dokter jika Anda merasa anak tidak mengalami keterlambatan perkembangan secara signifikan.

Mengenali potensi

Potensi anak sudah bisa terlihat di usia dini, lho! Dengan banyak stimulasi, anak akan menunjukkan ketertarikannya. Ada anak yang pintar berkata-kata dan berkomunikasi, sangat tertarik dengan musik, senang berhitung, suka beraktifitas fisik, punya pemikiran yang sistematis, bisa berempati, mudah bergaul, atau punya pengendalian emosi yang baik.

Semuanya harus Anda perhatikan dengan saksama sehingga Anda bisa mendukung potensinya dan memberikan stimulasi yang lebih intens.

Wahyu, warga Jelupang, melihat anaknya yang berusia 4 tahun, punya jiwa kepemimpinan yang tinggi. Dia suka mengajari adiknya yang lebih kecil berhitung ataupun membaca huruf. “Anak pertama saya punya bibit leadership karena dia suka mengajar, memimpin, bahkan kalau lagi main sama anak tetangga. Nah, saya meresponsnya dengan terus memberikan dukungan positif agar kepercayaan dirinya semakin terbangun dan dia punya keberanian untuk memimpin lebih banyak orang di kemudian hari,” ujarnya.

Penulis: Krista Rai

Foto: Yohoprashant/Pixabay

Follow IG: @etalaseserpong