Pergeseran Selera Konsumen Terhadap Properti Saat Pandemi

35
Penjualan properti menurun di masa pandemi.

Minat pembelian properti memang menurun drastis. Akan tetapi, ada pergeseran selera pada rumah di era pandemi. Berharap rumah mampu menampung segala kebutuhan dan keperluan sehubungan dengan banyaknya perubahan.

Seperti paling tidak dapat memenuhi kelayakan untuk bisa bekerja dan belajar dari rumah. Sebab dalam waktu yang tak bisa ditentukan, rumah akan menjadi pusat dari mayoritas aktivitas. Setiap hari, dari bangun tidur hingga terlelap kembali. Tanpa harus keluar, segalanya dapat dipenuhi dari rumah.

Menjadi pekerjaan besar pula bagi para arsitek dan pengembang. Mengingat tentu masih ada unsur-unsur lain yang tak bisa dilewatkan untuk mewujudkan harapan akan rumah ideal di era pandemi. Dari dulu yang mungkin hanya sebatas angan-angan semata, kini harus ada dan nyata. Termasuk memadukan bahan bangunan, desain interior, dan menyusun harga supaya tetap sampai ke tangan konsumen.

Ruangan ekstra

Pandemi telah mengubah fungsi rumah tak lagi sekadar tempat hunian dan istirahat. Rumah saat ini perlu memiliki ruangan tambahan untuk menunjang kebutuhan baru sehubungan dengan perubahan. Khususnya untuk bekerja dan belajar.

Maka tak aneh, jika keinginan punya ruang ekstra di rumah menjadi selera terkini.

Plus memiliki suasana yang mendukung fungsinya, berprivasi, dan tidak mudah terdistraksi oleh berbagai gangguan. Walau tak bisa dipungkiri, bertambahnya ruangan berarti menandakan ukuran rumah yang lebih besar. Kecuali ruangan-ruangan diciptakan dengan versi kecil atau mengarah ke atas, alias lebih dari satu lantai. Tak lain untuk mengakali keterbatasan luas tanah yang tersedia.

Ventilasi dan sanitasi cukup

Ventilasi dan sanitasi juga menjadi perhitungan tersendiri. Lantaran tuntutan gaya hidup yang lebih baik. Rumah mesti menggaransi penghuninya terjamin aman dan senantiasa sehat. Cahaya matahari bebas masuk, sama halnya dengan udara mengalir lancar, kebutuhan air bersih tercukupi, dan saluran sanitasi berjalan lancar. Tidak tergantung pada sinar lampu di siang hari dan pendingin ruangan (AC) setiap saat.

Mudah diakses

Di samping itu hunian diharapkan mudah diakses. Terletak di tempat strategis, yang identik dekat dengan berbagai fasilitas umum. Rumah sakit, pasar, mal, dan jalur transportasi umum. Serta tidak jauh dari tempat bekerja atau sekolah. Tujuannya bukan hanya untuk azas kemudahan saja, namun juga untuk memperkecil risiko penularan ketika di luar rumah. Mengingat hanya sedikit waktu yang dibutuhkan untuk sampai dan kembali lagi ke rumah.

Tergolong pemukiman sehat

Di lingkup yang lebih luas, rumah perlu tergolong dalam kategori pemukiman sehat. Minimal tersedia ruang hijau, jumlah rumah sesuai dengan luas tanah kompleks, dan ada jarak antar rumah. Guna menghindari kerumunan di antara tetanggga.

Terkelola dan terbatas

Terkelola dan terbatas adalah harapan dari rumah yang dianggap ideal saat era pandemi. Terkelola dalam arti sudah mempunyai sistem untuk mengatasi maupun menghalangi masalah, terlebih problem mendadak seperti pandemi yang bisa terjadi pada kesehatan warganya dan lingkungan perumahan. Sedangkan terbatas dimaknai sebagai pengawasan ketat terhadap siapa saja yang bebas keluar masuk. Agar perumahan tidak menjadi klaster baru bagi virus mematikan dan tetap memberikan rasa nyaman bagi warganya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/image4you

Follow Instagram @etalaseserpong