Perhatikan Hal-Hal Berikut sebelum Memutuskan Terjun ke Bisnis Waralaba

46

Banyak orang tertarik untuk terjun ke bisnis waralaba. Salah satu alasannya karena merek yang sudah dikenal orang tentu akan lebih mudah “menjual”nya. Selain itu, bisnis waralaba sudah memiliki sistem yang baik dan teruji. Jadi, Anda tak perlu membangun sistem dari awal.

Oleh karena itu, bisnis waralaba sangat diminati orang. Apalagi jika merek tersebut sudah punya “nama” di masyarakat. Memulainya pun tak dari nol, Anda tak perlu melakukan promosi yang terlalu besar-besaran.

Namun, di balik kemudahan berbisnis waralaba, Anda tetap harus waspada dan berhati-hati dalam menjalankan bisnis ini. Banyak hal yang harus Anda pertimbangkan agar Anda tak kecewa di kemudian hari.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, kami menyarikannya dari Moneysmart.id.

Jangan “latah”

Kecenderungan orang Indonesia adalah mengukuti arus. Tak heran, ketika ada satu bisnis berhasil meroket, tak lama kemudian disusul bisnis-bisnis serupa. Akhirnya, menjadi tren dan bisnis tersebut menjamur di mana-mana.

Ketika Anda melihat fenomena ini, disarankan untuk tak gegabah mengambil keputusan untuk “mengikuti arus”. Anda tetap harus melakukan perhitungan detail mengenai budget dan prospek bisnis tersebut ke depannya.

Ikuti sistem yang sudah ada

Ketika Anda membeli bisnis waralaba, berarti Anda sudah setuju untuk menjalankannya sesuai sistem yang sudah ada. Jangan pernah berpikir untuk mengubah sistem apalagi mengubah standar yang sudah ditetapkan oleh pemilik merek.

Ayu, warga Green View, Serpong Garden, mengeluhkan beberapa waralaba yang tak memiliki standar yang sama. “Kualitas dan standar produk waralaba harusnya sudah ditetapkan sama untuk semua cabang. Namun, saya sering menemukan produk, khususnya makanan, yang punya kualitas rasa yang berbeda. Padahal, itu franchise besar, lho. Kalau sudah seperti ini, yang dirugikan tentu konsumen dan nama brand tersebut bisa saja jadi tercoreng,” ujarnya.

Bisnis waralaba tetap bisa gagal

Jika saat ini Anda berpikir bahwa ingin berbisnis waralaba karena tak mau rugi, pendapat Anda salah. Walau sudah membeli franchise besar sekali pun, kemungkinan untuk merugi tetap ada. Jika Anda memiliki 50 persen probabilitas untuk berhasil, 50 persen lainnya adalah probabilitas gagal. Jadi, bersiaplah untuk segala kemungkinan yang bisa saja terjadi dan jalankan bisnis Anda dengan totalitas penuh!

Perkaya diri dengan informasi

Sebelum memutuskan untuk membeli salah satu franchise, perkaya diri dengan berbagai informasi tentang bisnis ini. Lakukan riset sampai Anda menemukan franchise yang tepat.

Libatkan konsultan hukum

Ketika Anda sudah menentukan pilihan dan siap melakukan akad dengan pihak pemilik franchise, libatkan konsultan hukum. Mintalah masukan dari konsultan mengenai kontrak yang akan disepakati. Jangan sampai Anda menjadi pihak yang dirugikan dan bisnis waralaba Anda tak berjalan sesuai rencana.

 

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong