Perlu Diperhatikan Ketika Pergi dengan Anak Umur Dua Tahun ke bawah

24
Ketahanan tubuh anak kecil masih lemah.

Meski kebiasaan baru mulai diterapkan, bukan berarti sekarang leluasa keluar. Apalagi mengajak pergi anak di bawah usia dua tahun. Ada beberapa aturan yang sebaiknya diperhatikan orang tua maupun pendampingnya.

Seperti rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Di mana anak di bawah usia dua tahun membutuhkan perlakuan khusus. Orang tua diminta tetap untuk tinggal di rumah, kecuali ada kondisi yang mendesak. Misalnya pergi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan dengan segera. Selain itu, pertimbangan kembali bila agenda bisa ditunda sementara waktu atau tanpa perlu mengajak anak pergi bersama.

Perhatikan pula lokasi yang bakal dituju. Beserta jenis kegiatannya. Ada baiknya tempat dalam kondisi yang sepi dan lapang. Menyisakan jarak yang cukup untuk menghindari adanya kerumunan. Dampingi anak selalu supaya tidak menyentuh benda-benda yang ada di luar rumah.

Aturan masker dan faceshield

Pada dasarnya, setiap orang yang keluar rumah wajib mengenakan masker. Namun sebaliknya, masker tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia dua tahun. Sebab ukuran jalan pernapasannya masih terlau kecil, sehingga dikhawatirkan memicu sesak napas.

Saat masker dipasang, ada potensi anak akan kerap menyentuhnya, juga menyentuh area wajah. Padahal area wajah sebisa mungkin tidak disentuh-sentuh. Mengingat adanya kemungkinan virus yang menempel pada telapak tangan lantas mudah masuk ke dalam tubuh.

Sebagai pengganti, orang tua dapat memasangkan faceshield. Akan tetapi, sifat proteksi faceshield tidak bisa disamakan dengan masker. Ia hanya pelindung ekstra. Sejenak menghalau cairan droplet langsung ke muka. Itu pun tidak semua permukaan wajah akan terlindung. Beberapa sisi masih dengan mudah menjadi ladang terbuka bagi virus-virus berbahaya langsung menempel.

Maka dari itu, sangat rentan bagi anak usia dua tahun tertular di luar rumah.

Tidak ada pelindung yang memadai. Kembali lagi, perlindungan paling ampuh saat ini, menurut IDAI, adalah tetap di rumah saja.

Kondisi anak dan pendamping

Pastikan mengenai kondisi. Terutama anak dan pendampingnya ada dalam kondisi stabil. Dalam arti sehat, tidak sedang demam, batuk, flu, atau merasakan gejala sakit lainnya. Apabila merasa ada tanda-tanda tertentu pada anak atau orang tua, sebaiknya tunda pergi keluar rumah. Karena selain anak tidak memakai pelindung yang standar, kondisi tubuh yang sakit akan kian menguatkan virus melancarkan serangan. Sangat rugi kan yang tadinya di rumah saja, namun hanya dengan sekali keluar rumah langsung tertular?

Jarak minimal dua meter

Upayakan untuk selalu berjarak minimal dua meter dengan orang lain. Karenanya, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi dibanding transportasi umum. Mengenai tempat tujuan, keberadaan orang lain yang sedikit dan berkonsep ruangan terbuka lebih disarankan bagi anak umur dua tahun.

Kebersihan wajib terjaga

Jaga kebersihan selama di luar rumah. Ajak anak untuk sering cuci tangan, tidak terbiasa menyentuh area wajah, tidak mudah menyentuh barang-barang yang ditemui, menghindari sentuhan fisik atau gesekan dengan orang lain, serta hati-hati memilih tempat untuk mengonsumsi makanan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pixabay.com/Myriams_Fotos

Follow Instagram @etalaseserpong