Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memutuskan Untuk Bercerai

163
Perceraian tak selamanya menjadi solusi terbaik.

Konflik dalam rumah tangga memang kerap terjadi. Pertengkaran di antara kamu dan pasangan bisa bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama. Seringkali konflik yang terjadi selama mengarungi bahtera rumah tangga tidak sempat diselesaikan dengan baik. Hal ini justru bisa memicu ledakan amarah akibat dendam yang terpendam. Tak jarang perceraian dijadikan satu-satunya solusi terbaik.

“Menikah itu seperti mengaruhi lautan luas. Kita tidak akan pernah tahu di tengah-tengah akan menemukan apa. Selagi dua pasangan mengaruhi lautan, masalah-masalah yang kita hadapi pada akhirnya akan menguak kekurangan suami atau istri kita. Maka sebelum menikah bukan tentang kebaikan dan perjuangan pasangan saja, tetapi bisa enggak kamu menerima kekurangan yang ada di dalam dirinya seumur hidup? Karena itu lah sesungguhnya bahtera rumah tangga,” ujar Nana selaku warga Gading Serpong.

Mengutip dari popsugar.com.au, perceraian memang sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan. Tidak ada yang mau mengalami peristiwa ini. Tetapi menjaga keharmonisan dalam rumah tangga rupanya bukan hal yang mudah. Menjatuhkan keputusan pada perceraian pun bukan sesuatu yang remeh. Ada banyak pertimbangan yang perlu kamu renungkan berkali-kali. Karena perceraian tak selamanya menjadi keputusan yang tepat.

Apakah yang lain akan lebih baik dari pasanganmu?

Hanya karena pasanganmu memiliki kekurangan, bukan berarti yang lain akan lebih baik untukmu. Semua orang dasarnya memiliki sifat yang baik. Tinggal bagaimana kita bisa menerima kekurangannya untuk seumur hidup. Mulailah berkaca pada diri sendiri. Kamu juga pasti memiliki kekurangan yang mungkin sebenarnya tak disenangi oleh pasanganmu. Menerima satu sama lain dan saling mendukung menjadi kunci langgengnya sebuah hubungan di samping memperkuat komunikasi.

Pikirkan kondisi anak pasca cerai

Kamu tidak lagi bisa seenaknya mengambil sebuah keputusan ketika sudah memiliki anak. Mereka adalah buah hatimu sendiri. Kamu dan pasangan bertanggung jawab penuh terhadap kehidupan mereka. Jangan sampai langkah yang kalian ambil mempengaruhi aspek psikologisnya. Apalagi jika anak sampai menderita depresi dan gangguan jiwa.

Melakukan mediasi bersama pasangan

Begitulah hidup. Masalah akan selalu datang begitu juga ketika sudah menikah. Ada baiknya jika konflik yang terjadi di antara kalian berdua memerlukan proses mediasi. Meski panjang, seringkali mediasi menjadi penyelamat rumah tangga. Perlu adanya diskusi menggunakan kepala dingin dan menghadirkan pihak netral di antara pasangan suami istri ketika sedang melakukan mediasi. Dengan begitu kamu dan pasangan akan saling introspeksi.

Melihat dari dua sudut pandang

Cobalah bicara dari hati ke hati dengan pasanganmu. Jangan terlalu meninggikan ego dan merasa paling benar. Kamu juga pasti pernah menyakiti hatinya tanpa disadari begitu pun pasanganmu. Membuka dua sisi dari sebuah hubungan adalah hal yang penting untuk dilakukan.

 

Penulis: Maria Theresia

Foto ilustrasi: Pixabay.com/geralt

Follow Instagram @etalaseserpong