Pilih-pilih Investasi untuk Pemula

29

Berinvestasi hukumnya wajib, apalagi jika kamu sudah memiliki penghasilan sendiri. Saat ini, kita tak bisa puas begitu saja dengan menyimpan uang di bank karena inflasi yang begitu tinggi tiap tahunnya  menyebabkan jumlah tabungan kita akan makin menipis.

Kamu bisa mulai melakukan riset mengenai: apa sih yang bisa saya lakukan kepada uang-uang saya? Apakah kamu akan menggunakannya sepuasmu atau rutin menabungkannya untuk rencana masa depan? Jika kamu mau menabungkannya, ke manakah yang bisa membuat uang kita secara berkala mengalami kenaikan, bukannya tergerus inflasi?

Kamu bisa “meletakkan” uang-uangmu di beberapa instrumen sekaligus agar persebarannya merata. Instrumen-instrumen ini tak menjadi uangmu akan terus bertambah. Kamu harus mulai belajar mengenai investasi sehingga mengetahui betul tujuan finansialmu dalam beberapa tahun ke depan.

Berikut beberapa jenis investasi yang bisa dicoba oleh para pemula.

Deposito

Jenis investasi ini termasuk yang tertua dan masih diminati hingga sekarang. Orang tua kita memfavoritkan jenis investasi ini karena cenderung aman dan memberikan keuntungan yang signifikan—dibandingkan menabungkan uang di tabungan biasa. Bunga pendapatan cenderung stabil, berada di kisaran 5 – 6 persen per tahun, tergantung jumlah uang yang kamu depositokan. Kamu tak perlu repot mengelola dan mengawasi pergerakannya karena pihak bank yang akan melakukannya untukmu.

Logam mulia

Sejak berpuluh-puluh tahun lalu, banyak sekali yang rutin membeli emas untuk mempertahankan nilai uang mereka. Nah, kenapa juga tidak mencobanya?

Berinvestasi logam mulia tentu lebih menguntungkan ketimbang mengendapkan uang di tabungan begitu saja. Namun, yang perlu diingat, yaitu ini adalah jenis investasi jangka panjang. Jadi, pergerakan signifikan yang terjadi tiap harinya tak perlu terlalu dikhawatirkan karena harga emas cenderung naik.

Kamu bisa mulai membeli emas berukuran kecil, misalnya 1 gram. Kamu bisa membeli logam mulia di tempat-tempat tepercaya yang juga memberikan sertifikat asli logam tersebut. Saat ini, bahkan beberapa e-commerce sudah menawarkan fitur pembelian logam mulia. Ada pula Pegadaian dengan produk Tabungan Emas-nya yang memungkinkan kamu membeli emas secara bertahap dalam bentuk nilai rupiah.

Riska, warga Karawaci, termasuk yang suka membeli logam mulia. “Sejak punya gaji pertama setahun lalu, aku mencicil beli logam mulia. Targetku perbulan aku beli satu gram. Sekarang sih sudah lumayan banyak dan akan terus aku tabungkan lewat emas ini.”

Reksa dana

Jenis investasi yang satu ini semakin diminati orang. Reksa dana menawarkan potensi keuntungan yang mirip-mirip dengan potensi keuntungan saham. Ada 3 jenis reksa dana, yaitu pasar uang, campuran, dan saham. Return dari ketiga jenis ini berbeda-beda. Kamu perlu belajar beberapa hal sebelum terjun ke dunia reksa dana.

Jenis investasi ini cenderung aman, jika kamu bisa mengelolanya dengan baik. Berbeda dengan saham murni, danamu di reksa dana akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah ditunjuk oleh perusahaan. Kamu hanya perlu memantau pergerakan uangmu.

Peer to peer lending

Jenis investasi yang satu ini juga sedang menjamur. Cara kerja investasi ini pada dasarnya, yaitu meminjamkan sejumlah modal kepada pemilik usaha UKM melalui sebuah platform. Beberapa platform yang cukup ternama di Indonesia, yaitu KoinWorks, Investree, Amartha, Danamas, Uang Teman, DanaKita, dan lain sebagainya. Platform tersebut sudah terdaftar oleh OJK sehingga kamu tak perlu khawatir.

Walau begitu, kejelian untuk memilih rekanan harus diasah agar kamu tidak mengalami kerugian. Modal yang dikeluarkan juga tak banyak, kamu bisa memulainya dari Rp100.000. Setidaknya kamu bisa mendapatkan bunga hingga 20 persen dari investasi ini.

penulis: Krista Rai

Foto: Rawpixel.com

Follow Instagram @etalaseserpong