Pilihan Genteng Agar Tak Mudah Bocor 

57
Cermat memilih genteng rumah.

Musim hujan masih berlangsung. Mungkin saatnya mengecek kembali atap rumah. Dari bocor hingga urusan genteng. Siapa tahu Anda ingin menggantinya. Karena ternyata ada banyak sekali pilihan atap rumah yang bisa mencegah risiko bocor sekaligus mempercantik rumah.

Di samping tentunya mendapatkan fungsi atap rumah sesuai keinginan. Berdasar bentuk, bahan material, awet tidaknya, faktor harga, sampai nyaman tidaknya.

Baca juga: Atap Rumah Aman, Hati Tenang

Genteng aspal

Genteng aspal saat ini sedang tren. Terbuat dari campuran berbagai serat kayu yang memiliki aneka kelebihan. Di antaranya dapat digunakan pada semua rangka atap, lentur, kuat, tahan api, anti-bocor mengingat bentuknya berlapis nan lebar, serta warnanya beragam. Cocok digunakan untuk rumah minimalis ataupun yang lebih besar.

Sayangnya harganya cukup tinggi. Untuk memasang atau memperbaiki kerusakan perlu ditangani langsung oleh ahlinya. Bukan sembarang tangan.

Genteng beton

Sementara itu, genteng beton juga tak kalah unggul.

Berasal dari paduan pasir, semen, dan fly ash (abu bekas pembakaran batu bara). Tahan api, anti-bocor, dan ditaksir mampu awet sampai 50 tahun.

Kekurangannya terletak pada massa. Beratnya cukup lumayan sehingga berpengaruh pada konstruksi bangunan jika tidak diantisipasi. Biasanya pengguna genteng jenis ini mengakali dengan rangka baja ringan untuk menopangnya.

Baca juga: Hujan Datang, Rumah Tetap Nyaman

Genteng asbes

Ringan, murah, dan mudah dipasang menjadi daya tariknya. Tapi ternyata genteng dari serat yang mudah terlepas ini rentan menimbulkan bahaya pada kesehatan. Sehingga beberapa pakar bangunan menyarankan untuk tidak menggunakannya.

Genteng tanah liat

Bahan utamanya dari tanah liat. Merupakan jenis yang paling banyak digunakan di Indonesia. Sebab keawetannya dapat mencapai ratusan tahun, kuat, tahan api, dan tidak berat. Sayangnya, bila pemasangan tidak benar sering membuat rumah kebocoran. Serta sering dihadapkan warna genteng luntur akibat terkena paparan sinar matahari.

Genteng seng

Genteng seng banyak dipakai pada arsitektur model rumah lama. Memanjang dan mudah dipasang. Tapi membuat isi rumah jadi panas. Juga pemilik mesti menambahkan banyak paku supaya genteng tidak mudah terlepas.

Genteng metal

Berasal dari lembaran metal yang di-press.

Sangat ringan dan menghemat struktur bangunan. Tapi cenderung menyerap panas dan saat hujan turun suara yang muncul sangat berisik.

Genteng kaca

Umumnya genteng kaca tidak dipasang lebar-lebar. Karena di siang hari akan sangat panas. Cukup ukuran minimalis untuk menghadirkan sinar agar ruangan tertentu tidak terlalu gelap.

Genteng keramik

Genteng dari keramik biasanya dipilih untuk rumah yang punya banyak lantai. Atau khusus untuk atap balkon. Mampu menghalangi sinar yang terik dan menghadirkan kesejukan di dalam rumah.

Baca juga: Sumber Celah Masuknya Air Ke Dalam Rumah

Genteng kanopi baja ringan

Untuk yang satu ini, seringnya tidak ditujukan untuk atap rumah yang utama. Melainkan pada sisi-sisi luar ruangan yang terbuka. Seperti carport atau teras. Enak dipandang, harganya sendiri tergantung dari bentuk dan luas tidaknya.

Genteng sirap kayu ulin

Terakhir ada genteng sirap kayu ulin. Bahannya terkenal awet dan harga beli sangat beragam. Sering diaplikasikan menutup atap desain rumah minimalis. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow instagram: @etalaseserpong