Plus Minus Masing-Masing Sumber Modal Bisnis

69

Memulai usaha atau bisnis selalu membutuhkan modal. Sumbernya ada banyak dan bisa datang dari mana saja. Sayangnya tidak sedikit calon pebisnis yang kebingungan memilih dan menggunakan yang mana. Mengingat masing-masing sumber modal punya plus dan minus.

Khususnya yang baru akan mencoba dan minim pengalaman di bidang usaha. Besar kecil angkanya sangat menentukan laju derasnya bisnis ke depan. Termasuk penentuan strategi penjualan maupun rencana jangka pendek panjang. Keraguan yang dibarengi dengan kekhawatiran penggunaan modal yang tidak tepat jalur bakal mendatangkan kerugian dengan cepatnya. Alhasil, banyak usaha tak kunjung dimulai akibat pengusaha ragu mengambil opsi sumber terbaik.

Baca juga: Perlu Diketahui, Modal Terpenting Di Awal Berbisnis

Maka, daripada terus menerus kebingungan, calon pemilik bisnis tinggal menyesuaikan saja dengan jenis bisnis yang bakal yang dijalani. Produk usaha, sasaran konsumen, cakupan luas, harga yang ditawarkan ke pasar, laba yang ingin diperoleh. Juga tak lupa memahami kekurangan dan kelebihan tiap-tiap sumber modal supaya bisnis untung, bukan buntung.

Dana pribadi

Bisnis dapat dimulai dengan dana pribadi. Yakni berupa sekumpulan dana utuh yang benar-benar atas nama pribadi. Bila dipecah lagi, asalnya dapat dari penyisihan gaji, pesangon karena pemutusan hubungan kerja, hasil jual aset, sampai dana darurat yang tidak terpakai, atau jenis lainnya.

Dan, ada baiknya merupakan dana menganggur. Dalam arti belum diperuntukkan untuk kebutuhan lain, kecuali sengaja dipersiapkan untuk membuka usaha. Keuntungan dari memakai dana pribadi, pengusaha akan jadi pemilik tunggal dan lebih leluasa menjalankan dinamika bisnis. Tapi hati-hati ketika masalah menghampiri. Semuanya mesti dihadapi sendiri, berikut risiko hilangnya modal tanpa balik.

Baca juga: Agar Patungan Usaha Dengan Teman Tak Jadi Bubar

Patungan

Usaha juga dapat dilakukan dengan cara patungan. Dengan teman atau saudara, misalnya. Pembagian angka dan pelaksanaan tugas tergantung kesepakatan kedua belah pihak. Biasanya ada yang bertugas sebagai garda depan dan melayani pelanggan secara langsung. Sementara pihak lain berperan menjalankan berbagai strategi untuk kemajuan bisnis.

Saat bisnis berjalan dimulai dari patungan, maka maju mundurnya sangat tergantung pada bagaimana semua yang terlibat bekerja sama. Tidak bisa hanya ditimpakan pada satu pihak, sedangkan yang lain hanya menerima untung. Kelak, jika ada masalah atau kerugian, semuanya juga akan kena getahnya.

Investor

Berikutnya adalah dana dari investor. Enaknya, pengusaha tidak perlu menunggu untuk menabung dan mengumpulkan dana. Uang langsung cair dari pemilik modal. Mereka hanya menunggu saja dan memperoleh laba dari usaha yang dijalankan pengusaha.

Tapi untuk mendapatkan dana, pengusaha harus mengawali dengan serangkaian presentasi terlebih dulu. Hal ini diperlukan untuk memperoleh trust dari investor. Seperti apa produk yang dijajakan, skala bisnis, mekanisme pembagian untung, dan apa saja yang bisa dijanjikan pada investor.

Baca juga: Faktor Penyebab Bisnis Rumahan Bisa Gagal

Utang

Utang juga diandalkan untuk mengawali bisnis. Contoh paling banyak adalah dari bank. Seperti mendapat kucuran dana dari investor. Bedanya, pengusaha mesti mengembalikan modal awal berikut bunga. Modal yang mudah didapat, sayangnya harus dibarengi beban besar. Sebab bila suatu waktu merugi, pengusaha tak hanya terbebani kebangkrutan, namun juga masih diharuskan kewajiban mengembalikan ke bank. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels

Follow instagram: @etalaseserpong