Prediksi Ancaman Kesehatan pada Anak di Tahun Mendatang

71

Saat ini masalah pada anak-anak bukan hanya tentang rawan tertular Covid-19 dan belajar online. Masih ada banyak sekali masalah yang mengintai mereka. Khususnya menyerang kesehatan dan siap menghantui anak, orang tua, dan diprediksi bakal menjadi bencana besar di tahun-tahun mendatang.

Dirangkum dari berbagai laporan, tak terkecuali laporan kesehatan anak dari Kementerian Kesehatan, World Health Organization (WHO), maupun survei dari berbagai lembaga lainnya, hampir rata-rata menggambarkan kondisi yang miris. Anak-anak dihadapkan pada ancaman yang luar biasa. Apalagi situasi pandemi turut memperburuk kondisi yang kemungkinan sebelumnya sudah tak bersahabat bagi mereka.

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19 Pada Anak-Anak Selain Kesehatan

Bahkan diduga, kesehatan anak-anak dalam skala nasional akan sangat mengkhawatirkan. Sehingga tak lagi terbatas menjadi urusan personal atau keluarga anak itu sendiri. Melainkan juga berpengaruh pada masa depan bangsa ini. Mengingat anak-anak adalah generasi penerus. Dengan tingkat kesehatan yang mengkhawatirkan, sulit dibayangkan bagaimana mereka akan menjadi pribadi unggul nan berkualitas.

Gizi buruk dan stunting

Banyak laporan yang menyebut bahwa angka gizi buruk dan stunting terus merangkak. Masih jauh dari batas aman yang ditetapkan yakni 20%, karena di dalam negeri angka stunting masih menginjak angka 27%. Penyebabnya banyak sekali. Contohnya pendapatan orang tua yang menurun sehingga tidak mampu memberikan nutrisi yang memadai bagi anak-anaknya. Stunting dan masalah berat badan jadi tak terhindarkan.

Obesitas

Di sisi lain, fenomena obesitas juga membayangi anak-anak nantinya. Lantaran saat ini terpicu oleh konsumsi makanan kurang sehat dan berjumlah banyak, serta minim gerak badan. Pemandangan umum yang banyak terjadi di kalangan anak-anak, sebab lebih teralihkan pada permainan online dan monotonnya aktivitas selama di rumah saja. Efeknya, badan menggemuk karena lemak yang tidak terkelola.

Baca juga: Tantangan Anak Masa Kini

Rentan virus

Selain itu, data juga menunjukkan capaian imunisasi menurun. Baik di puskesmas, posyandu, atau di pusat-pusat layanan kesehatan. Banyak vaksin yang wajib sampai saat ini tidak menjangkau anak-anak. Ke depan, tanpa lindungan vaksin, jelas anak-anak rentan dengan berbagai virus. Terutama virus yang berkaitan dengan organ otak, paru-paru, dan pencernaan.

Rentan penyakit kronik

Di samping itu, anak terjerat pula jatuh ke lubang penyakit kronik. Sehubungan dengan obesitas atau masalah gizi buruk tadi. Contohnya diabetes, kanker, serangan jantung, gagal ginjal, stroke dini, dan lainnya. Semakin cepat tidaknya datang, amat tergantung bagaimana gaya hidup yang dijalankan sejak sekarang.

Masalah mental

Bukan hanya masalah fisik. Berhadapan dengan masalah mental pun tak terhindarkan. Terbentuk dari kondisi pandemi, situasi di rumah, lingkungan terdekat, dan penerimaan internal anak sendiri. Anak amat potensial mengalami depresi, stres berkepanjangan, gejolak emosi yang terlalu cepat berubah, dan sebagainya. Bila tidak dikelola dari sekarang, ke depan akan sangat buruk bagi masa tumbuh kembangnya.

Baca juga: Angka Pernikahan Dini Meningkat Selama Pandemi, Apa Bahayanya?

Pernikahan dini dan masalah organ reproduksi

Belum lagi masalah pernikahan dini. Yang nyatanya terus menunjukkan kenaikan signifikan. Di satu sisi dianggap jalan penyelesaikan masalah keluarga, tapi di sisi lain justru menghadirkan sejuta masalah pada anak, salah satunya pada organ reproduksinya yang belum siap. Dan anak-anak yang mesti terputus dari sekolah dan masuk ke pernikahan belum tentu berakhir dengan kebahagiaan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong