Punya Modal Kecil? Jangan Ragu untuk Tetap Berbisnis!

365

ketika seseorang ingin mulai berbisnis, yang dibayangkannya adalah modal yang besar. Jika dia tak memiliki modal besar, dia berpikir untuk langsung meminjam sejumlah uang ke bank. Atau justru dia mengurungkan niatnya karena terlanjur ciut hati. Padahal, berbisnis tak selalu tentang modal. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat bisnis berjalan, salah satunya adalah kegigihan.

Bob Sadino pernah berujar, “Bisnis hanyalah modal dengkul. Jika tak punya juga, pinjam ke orang lain!” Kutipan ini terdengar sarkastis, tetapi mengena. Sebuah bisnis bisa dibangun asalkan Anda tekun dan memang punya komitmen menjalaninya.

Jika sekarang Anda salah satu yang sedang maju-mundur menjalankan bisnis akibat modal yang terlalu kecil, mungkin poin-poin berikut akan meningkatkan semangat Anda kembali dan langsung memulai bisnis sekarang juga!

Sesuaikan dengan jumlah modal

Satu hal yang harus Anda ingat adalah sesuaikan bisnis dengan modal yang dimiliki. Bermimpi muluk boleh-boleh saja, tetapi Anda harus sadar bahwa semuanya adalah proses. Jika sekarang Anda baru punya modal untuk berjualan makanan di gerobak, jalani terlebih dulu. Buat strategi yang matang agar satu gerobak bisa berkembang menjadi dua gerobak, dan seterusnya. Jika perencanaan Anda cukup matang dan strategi Anda jitu, tak menutup kemungkinan di kemudian hari Anda bisa membuka restoran megah.

Pilih bisnis yang return-nya cepat

Walau modal sedikit, usahakan cash flow selalu berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, pilih potensi bisnis yang return-nya cepat. Misalnya, berjualan makanan, minuman, pakaian, mainan anak, atau perlengkapan bayi. Bisnis-bisnis tersebut paling banyak diminati orang dan banyak yang mencarinya. Jika perputaran uang cepat, Anda akan bisa mengumpulkan untung lebih cepat yang memungkinkan Anda untuk melakukan ekspansi bisnis.

Yati, warga Villa Melati Mas, memulai bisnis kateringnya sejak setahun yang lalu. Awalnya, dia membuatkan bekal untuk anaknya ke sekolah yang kemudian ditawarkan kepada teman-teman anaknya yang juga ingin dibuatkan bekal. Sekarang, bisnis katering anak milik Yati lumayan berkembang dan sudah memiliki pelanggan tetap kira-kira 50 orang per bulan.

Bisnis katering seperti ini memang paling menggiurkan karena pergerakan uangnya sangat cepat. Apalagi jika Anda berhasil mendapatkan pelanggan tetap dalam jumlah banyak. Dijamin modal Anda akan kembali dalam waktu dekat.

Kelola secara mandiri

Bermodal sedikit berarti semuanya harus dilakukan secara efisien. Begitu juga dengan tenaga. Berbisnis tak selamanya harus memiliki karyawan. Jika Anda memiliki dana yang pas-pasan, sebaiknya Anda menangani urusan bisnis sendiri dulu. Anda bisa libatkan pasangan untuk membantu mengurus berbagai hal yang tidak terpegang. Intinya, efisienkan setiap pengeluaran agar modal Anda tidak semakin tergerus.

Cari pinjaman

Jika Anda sudah tahu ingin menjalankan bisnis apa, tetapi modal yang Anda miliki tak cukup, Anda bisa mempertimbangkan mencari pinjaman. Lebih aman jika Anda bisa menemukan orang yang mau menginvestasikan uangnya di bisnis Anda. Dengan begitu, Anda tak perlu buru-buru mengembalikan uang mereka, tetapi hanya membagikan hasil penjualan. Dengan cara ini, Anda terhindarn dari cicilan bulanan.

Menjaga kualitas produk/jasa

Apa yang membuat pelanggan setia kepada kita? Salah satunya, yaitu kualitas. Apa pun produk/jasa yang Anda tawarkan, berapa pun harganya, jika pelanggan merasakan kepuasan tinggi akan produk/jasa Anda, mereka tidak akan beralih ke lain hati. Jika Anda sudah memiliki pelanggan setia seperti ini, tak perlu lagi takut omzet menurun akibat Anda menaikkan harga produk/jasa.

Lakukan terus inovasi dan pembaruan dalam pelayanan dan produk itu sendiri. Pembeli kemudian akan memutuskan: apakah produk ini pantas untuk dibeli secara berkala atau mereka memutuskan untuk “ke lain hati” saja.

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong