Rampung S-1, Sebaiknya Kerja atau Lanjut S-2?

224

Detik-detik kelulusan semakin dekat. Bagi kamu yang sedang menyusun skripsi, semester ini akan menjadi penentu: apakah kamu akan resmi menyandang gelar sarjana tahun ini?

Bagi yang sedang menyusun skripsi, mungkin sudah mulai membayangkan kelanjutan hidup nantinya selepas lulus kuliah. Apakah kamu berencana untuk memulai karier atau lanjut ke jenjang S-2?

Bagi sebagian orang, bekerja selepas lulus kuliah merupakan solusi terbaik. Salah satu alasannya, yaitu masalah finansial. Mahasiswa, yang selama ini keuangannya masih dibantu orang tua, ingin menunjukkan kepada keluarganya bahwa mereka pun bisa mandiri secara finansial. Selain itu, dengan bekerja, mahasiswa yakin bahwa mereka bisa belajar praktik lebih banyak.

Namun, ada pula yang berpendapat bahwa selepas S-1, sebaiknya langsung mengambil studi lanjutan, mumpung ilmunya masih fresh dan belum terkekang jam kerja kantoran. Banyak yang berpendapat, kuliah sambil kerja akan memunculkan dua beban di waktu yang bersamaan. Jadi, mumpung ada waktunya, kenapa tidak?

Jika kamu masih bingung dengan dua pilihan di atas, ada beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan. Kami memaparkan beberapa poin yang bisa kamu simak dan renungkan baik-baik!

Kerja = punya pengalaman baru

Selepas kuliah, kemudian kamu mencoba mulai mencari pekerjaan, kamu akan dihadapkan pada problema pengalaman kerja. Ada beberapa lowongan yang mensyaratkan kandidatnya sudah memiliki pengalaman kerja sekian tahun. Itu berarti, kamu harus berusaha ekstra keras bersaing dengan mereka yang sudah berpengalaman! Oleh karena itu, memperkaya diri dengan pengalaman kerja bisa membuatmu semakin matang dan nilai jualmu menanjak perlahan.

Tempat kerja juga menawarkan ambiens yang berbeda dengan dunia kampus. Di sini, kamu akan ditempa untuk beradaptasi dengan cepat, bekerja dalam tim, berinisiatif tinggi, dan mengasah kemampuan pemecahan masalah. Karena tantangan yang diberikan real—bukan contoh kasus atau tugas akhir semester, kamu pun akan belajar lebih banyak dan bisa langsung mengaplikasikannya.

Kerja memperkaya relasi

Saat kamu terjun ke dunia kerja, kamu akan bertemu banyak orang. Beberapa di antara mereka mungkin saja akan menjadi “pintu gerbang” menuju kariermu selanjutnya. Relasi atau networking memang penting, khususnya di dunia kerja. Pada beberapa industri, kekuatan networking bisa membuatmu melesat dengan sangat cepat.

Jika kamu termasuk tipe orang yang menyukai tantangan dan suka bertemu orang baru, bekerja bisa memperluas relasimu yang bisa kamu gunakan di kemudian hari.

S-2 mempersiapkanmu jadi akademisi andal

Menjadi mahasiswa Master, tentu berbeda dengan saat menjadi mahasiswa S-1. Jenjang S-2 mempersiapkan kamu untuk menjadi “pelaku”, yaitu yang melakukan riset dan menjadi inisiator. Jika kamu bercita-cita untuk menjadi peneliti, penggagas, pemikir, dosen, dan sejenisnya, langsung mengambil kuliah lanjutan bisa memperkaya wawasan dan ilmu. Dengan begitu, kemampuan risetmu akan sangat terasah.

Hal ini yang dilakukan oleh Olivia, warga Blok M, Villa Melati Mas. Dia memilih untuk langsung melanjutkan S-2 selepas lulus sebagai sarjana psikologi. “Waktu itu aku ditawari sama orang tua, apakah mau lanjut S-2. Kupikir boleh juga karena aku memang ingin memperdalam ilmu psikologi riset. Setelah lulus, aku baru mencari kerja dan langsung diterima di sebuah sekolah untuk jadi salah satu tim konselor di sana!”

S-2 menaikkan “harga jual”mu!

Di dunia kerja, “harga” mereka yang telah menyandang gelar Master tentunya berbeda dengan mereka yang “Sarjana”. Bahkan, di beberapa instansi, khususnya instansi Pendidikan, lulusan S-2 akan dianggap memiliki fondasi ilmu yang lebih spesifik yang akan sangat membantu dalam pengembangan Pendidikan. Ini salah satu keunggulan menjadi lulusan S-2, kamu akan “dihargai” lebih besar, mengingat kamu memiliki ilmu yang lebih dalam dan spesifik dibandingkan lulusan S-1.

Jadi, mana yang akan kamu pilih? Kerja dulu atau lanjut kuliah? Selamat merenung!

penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow IG: @etalaseserpong