Spiderman 2: Ujian yang Sebenarnya untuk Peter Parker

126

Dalam The Avengers: End Game yang baru saja rilis beberapa bulan lalu, dikisahkan bahwa Tony Stark a.k.a Iron Man meninggal pada pertempuran final dengan Thanos. Akhir dari film ini meninggalkan kenangan manis di hati banyak penggemar film-film Marvel. Dan, setelah film ini usai, banyak orang penasaran dengan langkah lanjutan yang akan dilakukan oleh Marvel demi membuat franchise mereka tetap “hidup” tanpa kehadiran Iron Man—dan beberapa superhero lainnya yang juga dikisahkan gugur di film End Game.

Rasa penasaran tersebut bisa terjawab jika Anda menyaksikan film Marvel terbaru, Spider-Man: Far from Home. Sesudah peristiwa di Avengers: Endgame, Spider-Man harus menghadapi tantangan baru. Dalam perjalanan bersama teman-teman sekolahnya di Eropa, Peter Parker bertemu The Elementals. Makhluk yang mengambil wujud empat elemen bumi—angin, tanah, air, dan api—ini tak hanya mengancam jiwa orang-orang sekitar, tetapi juga rencana Peter untuk merasakan hidup sebagai remaja biasa.

Di tengah kekacauan tersebut, ia bertemu dengan sosok misterius yang diperkenalkan oleh Nick Fury sebagai Quentin Beck. Sosok berkekuatan super ini mengaku datang dari bumi di dimensi lain untuk mengejar dan memusnahkan The Elementals. Untuk menyelesaikan misinya, ia pun meminta bantuan Spider-Man.

Bagaimana sepak terjang Spider-Man kali ini? Siapa sebenarnya sosok Quentin Beck yang dijuluki Mysterio itu? Dan, apakah Peter Parker bisa mendapatkan pujaan hatinya, MJ? Simak trailer-nya berikut ini.

Kelahiran “The New Tony Stark”

Menyaksikan film ini, penonton kembali diajak merasakan keputusasaan besar seperti yang dialami para superhero di film The Avengers: Infinity War. Ketika Thanos berhasil menguasai semua batu keabadian, para superhero sejenak seakan tak memiliki harapan untuk mendapatkan kemenangan. Suasana terasa begitu gloomy dan “aura” tersebut memengaruhi emosi penonton.

Film ini pun mengajak penonton untuk merasakan emosi tersebut, ketika Peter Parker berusaha menghadapi “takdir”nya sebagai superhero yang harus bertanggung jawab kepada dunia—bukan hanya memikirkan dirinya sendiri. Perjuangan Spider-Man dalam film ini tak hanya karena dia melawan musuh yang cukup sulit, tetapi karena adanya konflik batin di dalam dirinya: cintanya kepada MJ dan ketidaksiapannya menghadapi kepergian Tony Stark.

“Kemanusiaan” Peter Parker sangat tergambarkan dengan jelas di film ini. Inilah yang menjadi kekuatan karakter-karakter Marvel yang memang sengaja diperlihatkan masih memiliki sisi “normal” di balik kekuatan super yang mereka miliki. Ya, di film ini, Peter Parker mengalami proses pendewasaan, dari seorang murid SMA yang sangat egosentris, menjadi sosok yang menyadari perannya bagi dunia.

Menurut kami, Spider-Man: Far from Home menjadi salah satu franchise Marvel yang memiliki cerita yang begitu kuat. Film ini, yang mendapatkan rating PG-13 juga bisa menjadi bahan refleksi diri para remaja yang menyaksikannya: mengajak mereka untuk merenungi kembali peran mereka dalam masyarakat dan mau bertumbuh dewasa menjadi manusia yang lebih bermakna dalam hidup.

Satu kata: PUAS!

Kami sempat berpapasan dengan beberapa penonton film ini di lobby XXI The Breeze BSD, City. Salah satu penonton, Maher, warga Serpong Utara, merasa sangat puas dengan plot yang disajikan pada film ini. “Saya ngga nyangka kalau akan ada plot twist. Kerasa, sih, jalan ceritanya jadi lebih kompleks dan seru. Puas banget nontonnya!”

Sementara itu, Eka, warga BSD yang usianya masih remaja, memuji acting Tom Holland. “Tom Holland masih muda kayak saya, tapi aktingnya bagus banget. Saya jadi terinspirasi,” ujarnya dengan penuh semangat.

Pemain: Tom Holland, Samuel L. Jackson, Zendaya, Cobie Smulders, Jon Favreau, J.B. Smoove, Jacob Batalon, Martin Starr, Marisa Tomei, Jake Gyllenhaal

Sutradara: Jon Watts

Durasi: 129 menit

Rilis: Juli 2019

 

Penulis: Krista Rai

Foto: Sony Picture Releasing

Follow Instagram @etalaseserpong