Sudah Vaksin, Kenapa Protokol Kesehatan Tetap Penting?

18
Sudah vaksin covid bukan berarti aman dari penularan.

Vaksin sudah hadir. Membawa harapan dan titik terang di awal tahun. Rencananya akan diberikan secara massal mulai tahun ini. Akan tetapi, walau kelak telah divaksin, menjalankan protokol kesehatan masih penting dilakukan.

Apa saja bentuknya? Seperti yang sudah disosialisasikan dan dijalankan selama hampir 10 bulan ini. Yakni minimal 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Hingga sampai kondisi benar-benar stabil, sebaiknya tetap mengurangi aktivitas di luar rumah. Apalagi membuat kerumunan dan di dalam ruangan dengan ventilasi kurang memadai.

Baca juga: Perlukah Melakukan Vaksin Influenza Saat Pandemi?

Untuk sekarang, vaksin memang jadi solusi. Namun bukan berarti bentuk pencegahan satu-satunya. Bagaimanapun yang lebih baik ialah mencegah daripada mengobati. Yaitu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan seoptimal mungkin.

Efektivitas vaksin masih terus diuji

Belajar dari penyakit-penyakit mematikan yang sudah ada dalam peradaban manusia, uji klinis terhadap vaksin selalu membutuhkan uji klinis berkelanjutan. Ada yang sampai bertahun-tahun terus diperbarui supaya benar-benar ampuh menguatkan imun tubuh dari serangan penyakit yang dimaksud.

Sama halnya dengan vaksin Covid-19. Sejak dianalisa hingga diproduksi oleh beberapa produsen farmasi, vaksin masih terus dalam pantauan. Khususnya pada sukarelawan dan efeknya.

Bisa jadi hasilnya belum semaksimal seperti yang diharapkan banyak kalangan, namun tak bisa ditolak mengingat situasi penularan yang sudah sangat mengkhawatirkan. Jadi, siapa tahu, mungkin ke depan akan ada lagi vaksin gelombang berikutnya dengan varian yang lebih ampuh lagi.

Baca juga: Influenza Yang Pernah Menghebohkan Dunia

Covid-19 adalah penyakit baru

Alasan lain mengapa menjalankan protokol kesehatan tetap penting meski sudah ada vaksin, sebab Covid-19 adalah penyakit baru. Virus yang bahkan akhir-akhir ini bermutasi dan menunjukkan sifat penularan yang lebih cepat. Lebih menyeramkan dari varian yang dulu pertama kali ditemukan.

Menandakan jika Covid-19 juga belum bisa dipastikan sifat, karakter, dan ciri khasnya. Lantaran terus ada perubahan pada diri mereka. Sangat mungkin bila vaksin yang diproduksi sudah siap, tapi ternyata tidak sepenuhnya mampu menghalangi penularan pada tubuh manusia.

Vaksinasi tidak langsung merata

Peliknya lagi, nantinya vaksin tak langsung menyasar semua kalangan. Akan tetapi diberikan secara bertahap dan lebih mengutamakan beberapa profesi. Seperti petugas kesehatan, tenaga pengajar, bagian keamanan, dan sebagainya. Hal ini terkait jumlah produksi vaksin, biaya, dan banyaknya subjek yang mesti divaksin.

Sehingga ada yang sudah divaksin, ada yang belum. Masih menyisakan celah penularan yang besar. Bila setiap orang mulai mengabaikan protokol kesehatan, gelombang penularan akan terus terulang. Alhasil pandemi akibat Covid-19 tak kunjung usai.

Baca juga: Mitos Bahan Yang Dipercaya Bisa Sembuhkan Covid-19

Prokes merupakan tameng utama pada diri

Maka dengan melihat berbagai alasan tadi, protokol kesehatan sepertinya mesti tetap dipegang teguh. Demi kebaikan pada diri sendiri, untuk orang-orang terdekat, dan bagi semuanya. Bertahan sampai vaksinasi merata, mujarab, dan nantinya Covid-19 bisa ditaklukkan dengan lebih mudah. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong