Tata Krama Seorang Endorser

39
Pelajari lebih lanjut mengenai tata krama menjadi seorang endorser.

Dalam setiap profesi, selalu ada tata kramanya. Begitu pula untuk para endorser yang saat ini menjamur di media sosial. Perlu menjunjung tinggi aturan tertulis maupun yang tidak.

Sebab, rata-rata mereka datang dari kalangan public figure dengan pengikut yang banyak. Apa yang melekat pada diri akan ditelisik dan ditiru. Tak terkecuali barang-barang yang mereka pamerkan di laman akunnya, sebagai bagian promosi produk yang sedang diiklankan. Sehingga bukan tidak mungkin menjadi barang konsumsi massal.

Tapi tidak berhenti disini. Terkadang dari perilaku atau sikap-sikap yang dipertontonkan pada publik tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya. Contohnya terlalu vulgar atau mengandung unsur-unsur kebohongan. Semata-mata hanya untuk meraup banyak keuntungan.

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyewa Jasa Endorse

Karena itu, sangat diharapkan para endorser selalu menyelipkan etika dalam profesinya. Demi menjaga citra diri sendiri sebagai panutan yang layak. Di samping meminimalisir dampak-dampak merugikan bagi siapa saja yang mengidolakan.

Sesuai kontrak

Salah satunya dan tidak boleh dilanggar adalah bekerja sesuai kontrak. Etika kerja profesional yang harus dijunjung tinggi. Mematuhi guna mengantisipasi aduan hukum pada diri. Misalnya cukup mengungah foto atau video beserta redaksi kalimat sekian kali dalam waktu tertentu sesuai kesepakatan yang telah diteken.

Ada pula beberapa brand besar yang melarang para endorser memakai produk lain selain produk dari mereka selama terikat kontrak. Perhatikan dan laksanakan ketimbang di kemudian kesandung masalah. Juga rentan tidak dipercaya sebagai endorser yang amanah.

Jujur

Sama halnya dengan faktor kejujuran. Sangat diharapkan untuk memberikan keterangan yang sebenarnya mengenai produk yang sedang ditampilkan. Secukupnya dan sewajarnya.

Atau jika ingin menyajikan gaya yang menarik bagi para penonton, sebaiknya tidak menambahkan unsur yang berlebihan atau kebohongan. Tidak perlu juga menyinggung produk lain, apalagi rentan bergesekan dengan elemen ras tertentu. Karena sedikit banyak, kejujuran juga bentuk lain dari reputasi. Bila sampai memanen masalah, jasa endorser sulit untuk diminati.

Baca juga: Yang Dibutuhkan Dari Admin Akun Bisnis

Barang bermutu dan aman

Tata krama juga mencakup baku mutu dan keamanan produk. Oleh karena itu, ada baiknya produk yang diusung di media sosial memang tergaransi asli dan terjamin aman untuk kesehatan. Bukan yang abal-abal dengan bayaran yang menggiurkan. Lantaran ada penggemar yang mungkin tidak teliti terhadap produk tersebut. Tergoda memakai sebab ingin sama seperti idola. Amat sangat disayangkan bila sampai timbul masalah tanpa ada pertanggungjawaban yang memadai.

Mengedukasi

Di samping itu mengedukasi. Seperti menyisipkan sisi-sisi manusiawi sehubungan dengan produk hingga memberikan alternatif yang sehat agar konsumsi dilakukan dalam ambang batas yang aman. Lagi-lagi, endorser adalah sosok panutan. Sangat mungkin segala yang menempel dinilai sebagai kebenaran. Maka dari itu harus diimbangi dengan pembekalan supaya konsumen juga cerdas dalam membeli barang.  

Baca juga: Peran Orang Tua Ketika Anak Sudah Bisa Menghasilkan Uang

Etis

Sementara itu, unsur etis walau kerap tak disebutkan namun sangat penting untuk diterapkan. Tidak menerima tawaran suatu produk yang tak sesuai karakter. Sebagai contoh endorser masih duduk di bangku sekolah, tapi mengiklankan produk rokok dalam gaya yang seronok pula. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong