Tips Membangun Bisnis Bareng Sahabat

21

Setelah bercakap-cakap panjang-lebar, ternyata kamu dan temanmu punya passion dan misi yang sama. Kalian pun sepakat untuk membangun bisnis bersama. Di awal, semua rencana terasa menyenangkan, apalagi tahu kalau orang yang kita ajak kerja sama adalah sahabat sendiri. Komunikasi menjadi lebih mudah dan perencanaan selalu berjalan mulus. Eits, jangan lengah, ya. Walau berbisnis dengan sahabat, kalian tetap harus punya strategi dalam menjaga relasi agar bisnis kalian bisa awet dan tidak terjadi “perpecahan kongsi” di kemudian hari.

Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan untuk me-maintain bisnis bareng sahabat ini? Ikuti tips-tips berikut.

Membuat komitmen di awal

Pertama kali ide bisnis tercetus, kalian harus membuat komitmen. Apa tujuan kalian dalam menjalankan bisnis tersebut? Apa yang akan kalian lakukan untuk membuat bisnis tersebut bisa berjalan? Apa yang akan kalian lakukan jika dalam perjalanan, bisnis tersebut tak sesuai ekspektasi?

Membuat komitmen di awal sangat perlu agar kalian bisa mengukur seberapa besar niat kalian untuk membangun bisnis bersama? Apakah benar kalian bisa menjadi partner bisnis yang solid? Renungkan dan diskusikan semuanya di awal, kemudian buat komitmen dan jangan dilanggar!

Samakan visi dan misi

Sebuah bisnis memang seharusnya dibangun dari visi dan misi yang jelas. Ketika membangun bisnis bersama sahabat, kalian harus pastikan bahwa visi dan misi yang kalian memang sudah seiya sekata. Kesamaan visi dan misi ini nantinya akan memudahkan kalian dalam merancang strategi dan membuat keputusan. Khususnya ketika muncul beberapa masalah, kalian bisa dengan kompak mengambil langkah-langkah tertentu.

Perbedaan visi dan misi akan menimbulkan tidak lancarnya komunikasi dan adanya dualisme kepemimpinan. Jika sudah begini, perjalanan bisnismu bisa terhambat. Jadi, jangan lupa untuk menyamakan perpepsi dulu di awal, ya!

Buat perjanjian kerja sama

Walau kalian sudah bersahabat selama puluhan tahun, bukan berarti ketika menjalankan bisnis bersama, semuanya menggunakan azas kekeluargaan. Dalam menjalankan bisnis, ada hal-hal yang tetap harus dibiarkan pada porsinya, yang tetap harus mengedepankan azas profesionalitas tanpa pandang bulu. Oleh karena itu, untuk menghindari konflik di masa mendatang, ada baiknya kalian membuat perjanjian kerja sama. Dalam perjanjian ini, kalian bisa menjabarkan perihal pembagian profit, kewajiban, tugas-tugas, dan lain sebagainya. Keberadaan perjanjian ini akan memudahkan kalian dalam menjalankan bisnis karena semuanya sudah diatur secara rinci di awal.

Mempertegas hak dan kewajiban

Masih ada kaitannya dengan poin di atas, hak dan kewajiban perlu disepakati di awal. Hak dan kewajiban dapat dicantumkan di perjanjian kerja sama. Kalian harus menuliskan secara detail perihal kewajiban masing-masing dan hak yang akan didapat. Lalu, patuhi perjanjian ini agar relasi kalian tetap terjaga.

Hal yang paling mudah adalah membagi kewajiban sesuai skill masing-masing. Ketika kalian memutuskan untuk membangun bisnis bersama, kalian sadar bahwa kalian saling membutuhkan. Buat batasan mengenai job desc masing-masing. Belajarlah untuk saling mengandalkan karena kalian sudah memiliki kemampuan masing-masing dalam menjalankan bisnis tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Ogi dan Dimas yang merupakan sahabat sejak sekolah menengah. Mereka kemudian kuliah di Universitas Prasetiya Mulya, BSD, mengambil jurusan yang sama. Lulus dari sana, mereka memutuskan untuk membangun bisnis kuliner bersama. “Saya kenal Dimas dari lama. Kami praktik kerja lapangan juga bareng. Jadi, saya tahu banget kekuatan Dimas di mana. Jadi, ketika kami buka bisnis sungguhan, kami sudah tahu porsi masing-masing. Saya tidak terlalu banyak mencampuri bagiannya, walau sesekali saya pantau dan kami berdiskusi kalau ada kesulitan,” jelas Ogi.

Tetap menjunjung nilai-nilai profesionalitas

Cincay-lah sama teman!” kalimat ini sering kita dengar, kalau sudah ada kaitannya dengan tawar-menawar harga dan urusan lainnya. Tradisi masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan membuat banyak orang juga mengaplikasikannya dalam menjalankan bisnis. Padahal, kebiasaan ini sangat berbahaya, lho! Karena bisa saja salah satu pihak akan merasa tidak sreg dan akhirnya ada perasaan-perasaan terpendam yang bisa saja merusak relasi di kemudian hari.

Dalam menjalankan bisnis, kalian tetap harus menjunjung tinggi nilai profesionalitas. Tegaskan di awal bahwa, walaupun kalian bersahabat, ketika masuk ke urusan pekerjaan, ada baiknya kalian tetap bersikap profesional. Ketika kalian harus berselisih pendapat, pastikan memang untuk kepentingan bisnis, bukan kepentingan pribadi.

Penulis: Krista Rai

Foto: Katemangostar/Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong