Tips Mencegah Hipertensi

44

Apakah Anda merasa pandangan sering berkunang-kunang dan kabur? Juga, jantung berdebar-debar, susah konsentrasi, sering buang air kecil, cepat lelah, vertigo nyaris setiap hari, dan merasa mudah marah? Jika sebagian besar ciri-ciri tersebut Anda rasakan, bisa jadi Anda mengalami hipertensi.

Hipertensi merupakan gangguan pada tekanan darah yang cenderung tinggi di atas rata-rata. Pada pemeriksaan tekanan darah, yang diukur, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan darah normal biasanya berada di kisaran kurang dari 120/80 mmHg. Jika tekanan darah Anda di atas ukuran tersebut, kemungkinan besar Anda mengalami hipertensi.

Hipertensi bisa muncul karena berbagai faktor. Dr Allert Noya dari Alodokter menyebutkan beberapa pencetus hipertensi, yaitu stres, kekurangan vitamin D, terlalu banyak konsumsi garam, kekurangan kalium, obesitas, usia, serta kurang olahraga.

Walau begitu, hipertensi sebenarnya bisa dicegah atau setidaknya bisa dikendalikan agar tidak melewati batas. Dr Tjin Willy dari Alodokter memberikan tips untuk mencegah hipertensi.

Jaga berat badan

Orang dengan berat badan berlebih memang memiliki risiko lebih besar terkena hipertensi. Seseorang dikatakan kelebihan berat badan jika indeks massa tubuhnya di atas 23. Sementara itu, seseorang digolongkan obesitas jika indeks massa tubuhnya di atas 25.

Semakin berat massa tubuh Anda, semakin banyak darah yang dibutuhkan untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini membuat kinerja jantung lebih berat sehingga tekanan darah lambat laun meningkat.

Olahraga rutin

Tidak dapat dipungkiri, olahraga secara rutin mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh. Salah satunya mengendalikan tekanan darah. Olahraga yang paling ringan dan sangat disarankan adalah jalan cepat atau bersepeda, 2–3 jam per minggu.

Pilih-pilih asupan makanan

Selain rajin berolahraga, Anda perlu memperhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh. Pilihlah makanan yang berbahan biji-bijian utuh, beras merah, serta lebih banyak buah dan sayur. Hindari makanan yang diolah menggunakan banyak minyak dan santan.

Hery, warga Jelupang, mengalami hipertensi sejak 10 tahun lalu. Sejak saat itu, dia mulai peduli dengan asupan makanan. “Waktu sebelum tahu kalau punya hipertensi, saya termasuk yang santai, apa saja dimakan. Semenjak tahu (hipertensi) ini, saya melakukan banyak pencegahan. Makanan-makanan ‘enak’ banyak yang saya hindari agar tekanan darah saya tidak terlalu tinggi.”

Mengurangi asupan garam

Garam menjadi musuh besar penderita hipertensi. Hubungan keduanya merupakan sebab-akibat. Berdasarkan Panduan Umum Gizi Seimbang 2003, konsumsi garam dalam sehari tidak boleh lebih dari 6 gram atau sekitar satu sendok teh.

Fendy Susanto dari Nutrifood Research Centre, Program Development and Scientific Support menyatakan bahwa setengah sendok teh garam sudah bisa membuat tekanan sistolik naik sebesar lima poin dan tekanan diastoliknya naik tiga poin.

Menurutnya, kadungan garam yang tinggi dalam tubuh akan mengganggu kerja ginjal. Garam yang berlebihan akan mengikat banyak air yang membuat volume darah meningkat. Volume darah yang semakin tinggi ini tidak sebanding dengan lebar pembuluh darah. Jadi, aliran darah menjadi deras yang berarti tekanan darah meningkat.

Berhenti merokok

Kebiasaan merokok secara langsung meningkatkan kadar tekanan darah sistolik. Kandungan nikotin pada rokok juga mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

Kurangi alkohol

Jika Anda gemar mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan sering, kemungkinan besar dalam waktu yang lama akan memengaruhi tekanan darah Anda. Segera kurangi secara bertahap apalagi jika Anda sudah mengalami hipertensi.

Batasi konsumsi kafein

Peminum kopi akut memiliki risiko tinggi terserang hipertensi. Patuhi aturan meminum kopi yang disarankan, yaitu maksimal empat cangkir per hari. Lebih dari itu, Anda memperbesar kemungkinan hipertensi menjangkiti tubuh Anda.

Penulis: Krista Rai

Foto: Welcomia/Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong