Tips Mendesain Kamar Anak

63

Tak terasa, anak memasuki usia balita. Pada usia ini, anak sudah mulai diajarkan kemandirian. Anak mulai belajar untuk melakukan hal-hal sederhana sendiri, termasuk tidur sendiri di kamarnya.

Untuk membuat anak mau tidur sendiri di kamarnya butuh persiapan matang. Salah satunya menyiapkan kamarnya. Berbeda dengan kamar orang dewasa, kamar anak perlu didesain sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan. Selain itu, kamar anak perlu dibuat seaman mungkin karena anak akan tidur sendiri sepanjang malam tanpa pengawasan orang dewasa.

Anda bisa mengikuti beberapa tips mendesain kamar anak berikut.

Tinggi ranjang

Anak usia di bawah lima tahun tentunya tidak boleh tidur sendirian di ranjang tinggi layaknya orang dewasa. Kemungkinan untuk terjatuh dari tempat tidur mungkin saja bisa terjadi. Oleh karena itu, ketika memilih ranjang untuk anak, pilihlah yang tingginya sesuai dengan tinggi anak.

Banyak orang tua memilih untuk tidak menggunakan dipan dengan alasan keselamatan. Anda bisa mengakalinya dengan memilih spring bed yang ketebalannya di atas 30 cm untuk memberikan kenyamanan dan menghindari dari dinginnya lantai. Itulah yang dilakukan Trias, warga Regency Melati Mas, ketika menyiapkan kamar untuk anaknya yang berusia 3,5 tahun. “Saya belikan spring bed yang agak tebal karena memang tidak mau pakai dipan. Lalu, di sekeliling kasur saya pasang matras lagi. Jadi, kalau anak saya sampai jatuh dari kasur, dia tidak akan terbentur lantai.”

Jika Anda ingin membelikan dipan, pastikan ketinggiannya cukup aman ketika anak sampai terjatuh dari ranjang. Pasangkan alas lantai sejenis playmat dengan busa yang cukup tebal di sekitar ranjang untuk mengantisipasi anak terjatuh saat sedang tidur.

Amankan semua kelistrikan

Balita punya kecenderungan untuk ingin tahu tentang apa saja yang dilihatnya, termasuk tentang kelistrikan yang ada di rumah. Rancang kamar anak sedemikian rupa agar anak tak bisa menjangkau sakelar, colokan, dan hal berbahaya lainnya. Atau, Anda bisa memasang penutup sakelar untuk menghindari anak mengaksesnya dengan mudah.

Pilih perabotan berkualitas

Anak akan memiliki masa hidup yang panjang. Ketika Anda memilihkan perabotan untuknya, pilihlah yang berkualitas dan memiliki masa hidup yang panjang. Perabotan yang terbuat dari kayu asli adalah pilihan yang tepat dan bisa tahan hingga puluhan tahun.

Selain itu, Anda bisa memilih jenis dipan ranjang yang panjangnya bisa disesuaikan seiring semakin bertambahnya tinggi anak. Dengan begitu, Anda menghemat banyak uang karena tidak perlu membeli dipan beberapa tahun sekali.

Perhatikan sirkulasi udara

Anda harus memastikan bahwa kamar anak memiliki sirkulasi yang baik. Walau Anda memasangkan pendingin udara di kamar anak, pastikan kamar tersebut punya lubang sirkulasi untuk pertukaran udara setiap harinya. Kamar dengan sirkulasi udara yang baik tidak akan lembab dan membuat tidak akan mudah berjamur.

Perhatikan pemasangan perabotan

Ketika Anda mulai menginstalasi perabotan untuk anak, pertimbangkan dari sudut pandang anak. Pilihlah perabotan yang sesuai dengan level mata anak sehingga anak bisa menjangkau barang-barangnya dengan mudah. Belilah rak buku yang tak terlalu tinggi dan letakkan di lantai. Pasang gantungan baju selevel dengan tinggi badannya. Begitu pula dengan rak-rak lainnya, pasanglah sedemikian rupa sehingga anak bisa mengaksesnya dengan mudah tanpa harus naik kursi/perabotan lainnya untuk meminimalisasi jatuh dan terluka.

Libatkan anak

Untuk membangun perasaan semangat, libatkan anak dalam mendesain kamarnya. Biarkan dia memilih warna cat, wallpaper yang akan dipasang, motif seprai, hingga ornamen lainnya. Biarkan kamar tersebut merepresentasikan jiwa si anak agar dia betah di kamar barunya.

 

Penulis: Krista Rai

Foto: Keresi72/Pixabay

Follow Instagram @etalaseserpong