Tips Menghemat Biaya Hidup Saat Kuliah di Luar Negeri

69

Keputusanmu untuk melanjutkan studi ke luar negeri sudah bulat. Kamu sudah diterima di salah satu universitas di luar negeri. Lalu, apa lagi yang harus kamu persiapkan?

Salah satu persiapan besar sebelum berangkat adalah mental yang tangguh. Ya, tinggal di negara orang, apalagi seorang diri, akan sangat menantang. Apalagi jika kamu belum pernah tinggal berjauhan dengan orang tua sebelumnya. Jika kamu memilih negara yang memiliki kurs yang lebih mahal, tandanya kamu harus merancang strategi agar keuanganmu tidak jebol dan habis sebelum waktunya.

Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghemat biaya hidup selama kuliah di luar negeri. Simak terus artikel ini!

Tinggal dekat kampus

Salah satu pengeluaran terbesar bagi mahasiswa adalah transportasi. Oleh karena itu, usahakan memilih tempat tinggal di asrama kampus—jika ada. Biaya sewa asrama ini sangat murah, bahkan ada beberapa universitas yang menggratiskan biaya tinggal di asrama. Jika universitasmu tidak menyediakan asrama, kamu bisa menyewa apartemen sederhana yang ada di sekitar kampus. Jika jaraknya cukup jauh untuk dijangkau dengan jalan kaki, kamu bisa membeli sepeda.

Bersepeda atau jalan kaki ke kampus tak membutuhkan biaya. Kamu malah mendapatkan manfaatnya karena sekaligus sembari berolahraga.

Masak sendiri

“Saya dulu ngga pernah bisa masak. Tapi, semenjak kuliah di Australia, mau ngga mau saya belajar masak. Yang simple-simple ajalah, asal ada rasanya,” kisah Garry sambil tertawa. Garry pernah merasakan kuliah di University of Technology Sydney jurusan Computer Science. Warga Avani, BSD, ini menceritakan pengalamannya belajar masak untuk menghemat pengeluaran selama kuliah. “Saya masak apa aja. Sandwich, hotdog, pancake, mi, atau kalau lagi kangen masakan Indonesia, saya masak nasi goreng atau ayam goreng. Saya punya roommate orang Malaysia jadi selera kami mirip. Kami sering masak bareng dan teman saya itu ajari saya banyak resep masakan khas Malaysia.”

Kamu akan menghemat banyak sekali uang jika kamu mau menyempatkan diri untuk masak makananmu sendiri. Mulailah dari menu-menu yang mudah. Libatkan teman sekamar atau teman kuliah untuk patungan belanja dan masak bersama. Dengan begitu, beban pengeluaran untuk makan pun bisa semakin irit lagi.

Selalu stok makanan

Ketika kamu akan berangkat ke negara tujuan, tak ada salahnya membawa “bekal” makanan yang bisa disimpan dalam waktu lama, misalnya sarden kalengan, daging kornet, atau makanan kering lainnya yang bisa bertahan hingga maksimal satu bulan. Stok makanan ini akan sangat membantumu ketika kamu sedang tidak sempat memasak.

Manfaatkan fasilitas gratis

Enaknya jadi mahasiswa adalah ada fasilitas gratis yang bisa dinikmati. Misalnya, internet gratis di area kampus yang bisa kamu manfaatkan untuk mengerjakan tugas. Kamu bisa menggunakan fasilitas perpustakaan kampus untuk mencari buku-buku pelajaran. Dengan begitu, budget untuk membeli buku bisa kamu alihkan untuk kebutuhan lainnya.

Pilih waktu belanja

Walau statusmu mahasiswa, kamu juga pasti ada keinginan untuk belanja. Dengan uang pas-pasan, kamu harus jeli melihat peluang. Misalnya, untuk belanja bahan makanan, kamu bisa datang saat supermarket/pasar menjelang tutup. Biasanya, mereka akan memberikan diskon hingga 50 persen! Begitu juga yang dilakukan toko-toko roti yang akan memberikan potongan harga yang lumayan sesaat sebelum mereka tutup.

Rajinlah mengunjungi pasar-pasar barang bekas karena di sana banyak sekali orang yang menjual barang-barang yang masih dalam kondisi sangat baik, tetapi dengan harga sangat miring.

Kerja paruh waktu

Ini adalah salah satu cara untuk menambah uang saku. Jika kamu punya cukup waktu untuk bekerja sampingan, tak ada salahnya melakukannya. Itung-itung menambah pengalaman kerja. Bekerja sebagai tukang masak, tukang cuci piring, buruh pabrik, dan lain sebagainya akan cukup untuk membantu keuanganmu tiap bulan. Biasanya, kamu akan dibayar per jam. Jika kamu ingin menghemat biaya makan, kamu bisa bekerja di restoran karena biasanya mereka punya kebijakan untuk tidak menyajikan makanan hari itu untuk esok hari. Jadi, para karyawan bisa membawa pulang sisa makanan yang tak terjual.

Bagaimana, apakah kamu sudah siap merantau ke negara orang? Siapkan mental dan jangan lupa atur keuanganmu agar tidak “kehabisan amunisi” sebelum waktunya!

Penulis: Krista Rai

Foto: katemangostar/Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong