Tips Menghemat Uang Saku bagi Mahasiswa

23

Mahasiswa, khususnya yang memilih untuk kuliah jauh dari rumah, dituntut untuk bisa mengatur hidupnya sendiri. Tak ada lagi pengingat PR, tak ada lagi orang tua yang mengawasi kapan harus belajar, tak ada lagi guru yang mengawasi siswa satu per satu. Kemandirian menjadi keterampilan hidup yang harus diterapkan seketika—siap atau tidak siap.

Selain merasakan perbedaan gaya belajar, mahasiswa juga menghadapi kenyataan hidup bahwa mereka sudah harus menata keuangan mereka sendiri. Pada umumnya, di jenjang mahasiswa, kamu akan diberikan keleluasaan oleh orang tua untuk mengatur keuanganmu. Orang tua akan memberikan jatah uang saku bulanan dan kamu bisa menggunakannya sesukamu. Eits, apa maksudnya “sesukamu”?

Kamu akhirnya memiliki otonomi untuk bisa menggunakan uangmu sesuai kebutuhanmu. Tak ada lagi orang tua yang mengatur-atur apa yang boleh dan tidak boleh kamu beli. Nah, sekarang, bolanya ada padamu! Apakah kamu akan berhasil bertahan hidup dengan uang saku yang tersisa di akhir bulan atau mengalami kebangkrutan padahal kalender masih hitungan belasan?

Kamu bisa melakukan beberapa hal agar lebih bisa menggunakan uang saku dengan lebih bijak. Bingung mulai dari mana? Ikuti saja rekomendasi dari Etalase Serpong berikut!

Tinggal dekat kampus

Indekos atau tinggal di rumah? Kalau kamu kuliah di satu kota dengan orang tua, kamu bisa memilih untuk tetap tinggal di rumah untuk menghemat biaya tinggal. Namun, kamu juga harus hitung biaya transportasi.

Bagi kamu yang merantau nun jauh ke sana, kamu perlu mencari indekos yang dekat dengan kampus. Carilah yang paling dekat sehingga kamu bisa mencapai kampus dengan berjalan kaki.

Manfaatkan kakak angkatan

Bergaullah yang banyak dengan senior. Karena ada masa kamu akan sangat membutuhkan bantuan mereka, khususnya perihal materi kuliah. Beberapa buku kuliah harganya tak murah. Jika kamu keberatan membelinya semua, kamu bisa meminjam buku para senior jurusan. Semakin banyak senior yang kamu kenal, semakin banyak buku kuliah yang bisa dipinjam. Jangan gensi atau takut melakukan hal ini karena para senior justru senang bisa membantu meringankan beban finansial adik-adik kelasnya!

Kerjakan tugas di rumah teman

Hindari mengerjakan tugas kelompok di mal, kafe, dan sejenisnya—kecuali kamu memang siap bangkrut di tengah bulan. Secangkir kopi harganya bisa mencapai Rp50.000. Bayangkan jika kamu harus kerja kelompok lebih dari dua kali seminggu. Berapa banyak uang yang kamu sia-siakan?

Sebaiknya, lakukan kerja kelompok di rumah/indekos salah satu anggota kelompok. Belilah camilan di minimarket yang harganya tentu jauh lebih murah dan mengenyangkan!

Cuci baju kotor

Sebagai anak kuliah, kamu akan punya waktu-waktu senggang yang cukup banyak. Jika kamu indekos, ada baiknya kamu mencuci semua pakaianmu sendiri. Membawa cucian kotor ke penatu tentu akan menambah beban pengeluaranmu.

Cari beasiswa

Universitas menjadi tempat yang menyediakan banyak sekali jenis beasiswa. Ada beasiswa yang menanggung biaya per semester, ada yang memberikan uang saku untuk membeli buku. Manfaatkanlah beasiswa jenis kedua untuk menambah uang sakumu sehingga kamu bisa memenuhi kebutuhan kuliah, tetapi tidak membuat kantongmu bolong. Beberapa beasiswa bahkan memberikan subsidi uang saku dalam jumlah besar sehingga kamu bahkan bisa menabung, lho! Catatan, untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, ada batasan minimal IPK. Semakin tinggi IPK-mu, semakin besar peluang untuk mendapatkan beasiswa!

Bekerja paruh waktu

Punya banyak waktu luang? Kenapa tak sulap waktu luang tersebut menjadi pundi-pundi uang? Kamu bisa bekerja paruh waktu di restoran, misalnya, yang biasanya memberikan fasilitas free food untuk karyawannya. Jadi, kamu tak perlu membeli makan siang/makan malam.

Hal ini yang dilakukan oleh Krisna, mahasiswa Universitas Taruma Negara yang berdomisili di Gading Serpong. Dia bekerja di sebuah restoran cepat saji di dekat kampus dan mendapatkan fasilitas makan gratis setiap hari. “Saya bisa makan gratis di sini. Tapi, saya ngga ambil setiap hari karena mencari variasi. Namun, ini juga sudah banyak sekali hematnya!”

Nah, kalau kamu mengikuti satu atau beberapa tips di atas, uang sakumu bisa awet hingga akhir bulan, lho!

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong