Trik Membuka Usaha Kuliner Kekinian Agar Terus Bertahan

84
Memulai bisnis kuliner dengan strategi.

Dunia kuliner memang tidak ada matinya. Jadi kesempatan besar bagi yang ingin berkecimpung di dalamnya. Apalagi banyak menu-menu baru yang laris diminati. Namun, perhatikan triknya agar membuka kuliner kekinian tak berujung gulung tikar.

Di awal pandemi saja sudah muncul beragam. Ada kopi dalgona, donat bomboloni, Korean garlic bread, dan terakhir yang tak kalah tenarnya adalah roti odading. Belum lagi menu lama namun trending kembali. Dengan rasa yang lebih seru dan kemasan yang lebih apik. Ke depan, kemungkinan besar bakal terus muncul olahan teranyar yang layak untuk dijajakan.

Baca juga: Tren Baru Bisnis Kuliner Saat Pandemi

Sekalipun demikian, saat membuka usaha, pastinya tak hanya ingin sekadar mengikuti yang terkini. Usaha sebisa mungkin berumur panjang. Terlebih mampu menghadapi aneka badai cobaan dan mengembangkan sayapnya. Baik bagi pemain lama dalam dunia kuliner, maupun yang baru mencoba. Menu terkini memang patut diikuti. Tapi sekali lagi, perlu dikawal dengan perincian usaha yang pasti. Apa saja?

Uji coba resep

Lakukan uji coba resep sebelum benar-benar menjual ke konsumen. Coba bandingkan dengan menu terkini yang sudah dijual lebih dulu oleh pedagang lain. Minta pendapat orang-orang terdekat mengenai karya sendiri.

Di tahap ini, sangat penting memperhatikan saran dan kritik yang masuk. Gunakan sebagai catatan penting dan bahan masukan dalam perencanaan usaha. Termasuk segera memperbaiki taraf rasa bila dirasa ada yang kurang.

Bayangkan animo konsumen

Bayangkan mengenai animo konsumen. Setiap menu yang baru belum tentu awet selamanya di pasaran. Alias di awal kemunculan, animo sangat tinggi. Namun setelah berjalan sekian waktu, langsung sepi pembeli.

Walau belum bisa dipastikan, tanda-tandanya bisa dikenali. Misalnya dari rasa yang tidak familier dengan lidah masyarakat setempat.

Atau dipicu oleh faktor internal. Contohnya sulit mendapat bahan utama sehingga berpengaruh ke harga secara signifikan. Akhirnya konsumen jadi ragu untuk membeli lagi mengingat nilai jual yang tinggi.

Baca juga: Bisnis Kuliner Yang Bakal Terus Bersinar

Tetap utamakan kualitas

Tetap utamakan kualitas. Hal mendasar yang sangat diperhitungkan oleh konsumen. Dari rasa pada makanan, cara penyajian, kondisi tempat makan, hingga mutu pelayanan. Karenanya, sesuaikan dengan golongan konsumen yang disasar.

Serta tak melupakan kualitas citra usaha atau branding. Tujuannya untuk membangun komunikasi yang efektif dan bisa terasa dekat dengan konsumen.

Perencanaan usaha

Buat perencanaan usaha yang jelas, terukur, dan berkesinambungan. Pastikan darimana modal dan berapa angka yang dibutuhkan. Apa saja peralatan yang dibutuhkan, bahan dan siapa pemasoknya, juga bagaimana cara menjualnya.

Baca juga: Menemukan Pemasok Andal Untuk Bisnis Makanan

Tak harus membuka usaha secara fisik, seperti cafe atau restoran. Sejak pandemi atau bahkan era sebelumnya, sudah banyak usaha kuliner berbasis rumah tangga. Menu dibuat berdasar pesanan dan hanya memerlukan modal kecil.

Ada yang berbeda

Tawarkan yang berbeda. Jadi tidak hanya menyajikan olahan yang otentik, kembangkan kreasi untuk menggaet konsumen terus kembali. Menambahkan toping atau puring, varian rasa yang berbeda-beda, dan menjual pula aneka makanan atau minuman pendamping, misalnya. Sedikit kreasi biasanya akan lebih diingat calon pembeli. Sekaligus upaya mempertahankan usaha kuliner kekinian tak cepat mati. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik