Tunda Jadi Pengusaha Jika Kamu Ingin…

52
Tak mudah menjadi pengusaha handal.

Menjadi pengusaha atau seorang entrepreneur adalah cita-cita yang mulia. Namun, sebaiknya tunda dulu bila tidak dilandasi alasan khusus dan tergesa-gesa. Apalagi dilatarbelakangi hanya oleh rasa ingin saja. Karena keliru sejak awal memulai usaha, dampaknya berbuntut panjang dan mengena.

Terlebih menjadi pengusaha tentu harus dimulai dengan berbagai kiat. Mulai dari produk yang akan dijual, sumber modal, pemasaran, sasaran konsumennya siapa, dan masih banyak lagi. Setiap lini dan unsur yang berkaitan dengan usaha harus dipikirkan masak-masak. Harus pula punya rencana cadangan. Semuanya untuk menjamin kehidupan wirausaha berlangsung awet.

Baca juga: Dilarang Lakukan Hal Ini Saat Teman Mulai Usaha

Karenanya gegabah dan mengambil tindakan tanpa pijakan akan sangat membahayakan. Pada reputasi diri sendiri maupun pada sumber-sumber yang telah dikorbankan sebelumnya hanya untuk menjadi seorang pengusaha. Contohnya buru-buru melepas pekerjaan di sebuah kantor. Namun pada akhirnya jadi sia-sia lantaran sudah keliru pada langkah pertama.

Supaya terlihat keren

Seperti terdorong oleh rasa ingin terlihat keren di mata orang lain. Walau memang ada elemen keren dalam profesi berwirausaha, tapi sebaiknya jangan hanya terkesima oleh rasa ini saja. Pikirkan juga bagaimana langkah-langkahnya untuk bisa menuju ke sana. Sehingga tidak berhenti pada wacana, namun juga diikuti kiat-kiat yang jelas dan terukur.

Ingin jadi bos tunggal

Keliru besar jika menjadi pengusaha karena dilatarbelakangi ingin menjadi bos tunggal. Sebab meski menjadi pimpinan di perusahaan sendiri, masih ada posisi orang lain yang secara tidak langsung perlu diprioritaskan. Yang mana kemudian tak berbeda jauh seperti memperlakukan seorang atasan. Ingat, adagium pembeli adalah raja, para investor yang harus selalu dijaga kepercayaannya, dan pihak-pihak lain.

Baca juga: Wanita Karier Atau Ibu Rumah Tangga?

Ingin punya karyawan

Tidak salah berkeinginan suatu saat punya karyawan. Tapi, lantas apa dan bagaimana? Tak cukup hanya berangan punya pegawai tanpa diikuti rencana selanjutnya. Terkecuali ada alasan lain yang ingin dikejar. Seperti ingin menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang, mengurangi tingkat pengangguran, dan sejenisnya. Supaya Anda dapat memikirkan kelangsungan usaha dan nasib para karyawan nanti.

Ingin punya banyak waktu senggang

Sangat salah bila masih menganggap seorang pengusaha lebih punya banyak waktu senggang. Di satu sisi benar mereka bebas istirahat dan liburan kapan saja. Namun ingat pula, bahwa hampir setiap saat pikiran dan tenaga harus diprioritaskan untuk usaha. Tak bisa seenaknya berleha-leha. Apalagi jika bukan karena tanggung jawab yang besar sebagai seorang pengusaha.

Ingin punya banyak uang

Lain lagi dengan alasan ingin punya banyak uang. Menjadi pengusaha tidak serta mendatangkan fulus dengan sendirinya. Semuanya sangat tergantung bagaimana strategi bisnis yang dimainkan, jumlah pembeli, laris tidaknya di pasaran, termasuk faktor keberuntungan. Butuh jerih payah dan, bisa dikatakan, perjuangan yang berdarah-darah untuk bisa jadi pengusaha sukses.

Baca juga: Pertimbangan Sebelum Resign Dari Pekerjaan

Sudah jemu di kantor

Ada baiknya tunda dulu membuka usaha karena sudah jemu di kantor. Mungkin solusi untuk mengatasi yang pas bukan menjadi pengusaha. Mungkin jawabannya adalah jalur yang lain. Seperti cuti sementara waktu, pindah ke divisi yang lain, naik gaji, dan sebagainya. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Pexels, Freepik

Follow instagram: @etalaseserpong