Yuk, Jajal Berbisnis Jastip!

834

Bisnis sambil jalan-jalan ke luar negeri? Hhmm… terdengar menarik, ya! Oleh karena itu, saat ini semakin banyak orang yang mendalami bisnis jastip alias jasa titip. Bahkan, ada yang sudah bisa menutup biaya pembelian tiket pesawat hingga akomodasi selama di negara tujuan hanya dari fee jastip!

Kalau kamu serius mendalami bisnis ini, kamu bisa meraup penghasilan yang tidak sedikit, lho! Bahkan, ada yang mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah per minggu!

Namun, tak ada bisnis yang mudah. Semuanya harus dilakukan dengan serius dan kamu harus punya jiwa pantang menyerah! Yuk, ketahui trik-trik khusus dalam melakukan bisnis ini agar pelangganmu semakin banyak!

Siapkan mental!

Bisnis jastip ini sangat melelahkan. Apalagi kalau barang yang kamu jual merupakan barang berukuran sedang hingga besar! Bayangkan kesibukanmu membeli barang-barang tersebut, membawanya keluar-masuk toko, memasukkannya ke koper, hingga membawanya di bandara! Belum lagi, jika barang pesanan pelanggan berada di aera yang terpencar. Wah… kamu harus punya energi yang banyak dan badan yang fit!

Riset, riset, riset!

Berbelanja untuk orang lain, apalagi di luar negeri, tak semudah yang diperkirakan. Kamu harus melakukan riset mendetail perihal lokasi belanja yang berkaitan dengan lokasimu menginap, transportasi yang digunakan, dan lain sebagainya. Bahkan, kamu harus mengetahui tempat penukaran uang terdekat untuk berjaga jika kamu kehabisan mata uang asing.

Selain itu, kamu juga harus tahu barang-barang yang sedang hype di negara tersebut dan promosikanlah kepada follower-mu di media sosial. Jika kamu terus meng-upgrade wawasanmu, pengikutmu pasti akan puas dan tak kapok menitip barang kepadamu!

Semakin banyak orang, semakin baik

Ada baiknya, jika kamu sedang “beraksi”, ajaklah rekan lain untuk memperingan pekerjaanmu. Jika kamu memang seorang diri merintis bisnis ini, kamu bisa mengajak orang terdekatmu, misalnya saudara kandung, ibu, ayah, sepupu atau sahabat! “Beraksi” berdua atau bertiga tentu akan lebih memudahkanmu dan menghemat banyak waktu. Jangan lupa, diskusikan perihal bagi hasil kalau kamu memutuskan untuk mengajak teman berbagi “tugas”.

Stand by terus!

Membuka bisnis jastip, berarti kamu harus aware terus dengan chat dan media sosial. Khususnya jika kamu baru saja selesai mengunggah barang baru atau saat mendekati keberangkatan. Sebuah agen jastip yang tidak aware dengan permintaan konsumen tentunya akan membuat konsumen kecewa dan kapok menitip barang di akun media sosial kita.

Packing sedikit!

Ingatlah, ini bukanlah perjalanan liburan sepenuhnya! Kamu harus menyadari bahwa kepergianmu kali ini adalah untuk melaksanakan “tugas”. Jadi, berkemaslah dengan pintar! Bawa pakaian seperlunya. Kamu bisa menggunakan disposable pants untuk pengganti pakaian dalam agar tidak perlu membawa pulang celana kotor. Ingatlah, dengan membawa pakaian sedikit pun, jika pelangganmu banyak, kopermu tetap saja bisa “beranak” banyak!

Kenali barang yang yang ilegal dan tidak!

Ketika kamu menerima pesanan, kamu harus mengetahui peraturan di tiap negara. Mungkin saja ada beberapa barang yang dilarang dibawa ke Indonesia, misalnya narkotika, atau beberapa barang yang dibatasi, misalnya minuman keras atau rokok. Sebaiknya, kamu mengambil jalan aman dengan melayani pelanggan yang ingin membeli barang-barang aksesori atau collectible item, seperti sepatu, tas, action figures, dan lain sebagainya.

Pelajari prosedur pelaporan di bea cukai

Kamu harus mengetahui seluk-beluk pengurusan bea cukai saat membawa barang belanjaan dari luar negeri masuk ke Indonesia. Misalnya, mengetahui bahwa ada pembebasan barang pribadi sebesar 500 dollar AS. Di atas itu, akan dikenakan bea masuk dan pajak barang impor.

Ada pula peraturan mengenai barang bawaan yang terkena cukai, yaitu 200 batang rokok, 25 batang cerutu, 100 gram tembakau iris, dan 1 liter minuman mengandung alkohol. Jika kamu membawa lebih banyak dari yang sudah ditetapkan, biasanya barang tersebut akan ditahan oleh petugas dan dimusnahkan.

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong