Yuk, Ketahui Fungsi Jenis Atap Rumah Berikut Ini!

187

Pernahkah Anda memperhatikan bentuk atap rumah-rumah? Ternyata, bentuknya tak seragam, lho. Ada beberapa bentuk atap yang populer digunakan di Indonesia, yaitu bentuk pelana. Namun, ada pula rumah yang menggunakan bentuk atap yang tidak biasa kita lihat.

Ternyata, keputusan untuk menggunakan bentuk tertentu tak hanya berkaitan dengan penampilan eksterior sebuah rumah. Ada hal lain yang bisa menjadi pertimbangan ketika kita ingin menggunakan bentuk atap tertentu. Yuk, kenali bentuk-bentuk atap dan fungsinya masing-masing!

Atap sandar/skillion

Saat ini, atap sandar sedang banyak digunakan oleh banyak arsitek yang menggunakan desain futuristis dan minimalis. Desain atap ini memang terlihat clean dan simple, cocok untuk jiwa-jiwa generasi milenial yang mengingnkan kepraktisan.

Atap jenis ini hanya mengambil salah satu sisi tanpa mempertemukan sisi lainnya. Keunggulannya, atap ini akan mengalirkan air hujan hanya ke satu sisi bangunan yang berarti deteksi kebocoran lebih mudah dilakukan.

Perumahan Serpong Garden adalah salah satu perumahan yang menggunakan atap jenis ini. Trias, salah satu penghuninya, mengatakan kalau menyukai atap jenis ini. “Pertama kali lihat perumahan ini, saya jatuh hati sama atapnya. Kelihatannya modern dan futuristis. Walau tidak berbentuk pelana seperti desain rumah pada umumnya, rumah saya tidak “kekurangan udara”. Justru, desain langit-langit yang tinggi dan atap sandar seperti ini membuat sirkulasi udara lebih baik. Selain itu, pembuangan air hujan hanya ke satu sisi jadi lebih mudah mengecek kebocoran,” ujarnya.

Atap pelana

Atap ini merupakan yang paling umum digunakan di perumahan. Atap jenis ini merupakan yang paling mudah dibuat, paling sederhana, paling aman, dan paling cocok untuk berbagai desain rumah. Atap pelana terdiri atas dua bidang miring yang ujungnya bertemu pada satu garis lurus yang biasa disebut bumbungan.

Atap ini memiliki keunggulan, yaitu memudahkan pendeteksian kebocoran, khususnya jika terjadi di bagian bumbungan. Selain itu, atap jenis ini memiliki daya serap panas yang baik. Oleh karena itu, tak heran jenis atap ini sangat populer digunakan di wilayah tropis.

Atap gergaji

Atap jenis ini biasanya digunakan untuk bangunan pabrik. Desain atap ini terdiri atas dua bidang atau lebih yang masing-masing memiliki sudut kemiringan sebesar 30 hingga 60 derajat. Besaran sudut kemiringan ini tergantung pada kondisi ruangan.

Sisi curam yang dimiliki atap ini dimaksudkan untuk menghindari penghuni bangunan dari sinar matahari langsung, sementara sisi lainnya dimaksudkan untuk menangkap sinar matahari. Jenis atap ini pernah sangat populer digunakan pada abad ke-19 karena dianggap sangat baik dalam menangkap sinar matahari sehingga cocok untuk bangunan yang belum semuanya teraliri listrik.

Atap datar

Tak suka atap yang berbentuk lancip? Anda bisa mencoba atap datar. Desain ini memang sangat sederhana dan mudah dibuat. Selain itu, sangat cocok untuk rumah-rumah berdesain minimalis, bangunan bertingkat, balkon, dan teras.

Namun, walau desainnya sederhana, perawatan bangunan dengan atap datar tergolong sulit. Beberapa di antaranya, perhitungan pembuangan air hujan yang tertampung di atap dan perhitungan ruang sirkulasi udara agar suhu di dalam ruangan tidak terlalu panas.

Atap mansard

Atap ini biasanya digunakan rumah-rumah Eropa, khususnya Prancis. Atap jenis ini sudah digunakan oleh orang Eropa sejak Abad Pertengahan. Atap jenis ini merupakan perpaduan dari atap gambrel dan atap perisai. Atap ini memiliki bagian-bagian yang curam di tiap sisinya dengan karakteristik atap yang tinggi dan melancip.

Oleh karena desainnya yang tinggi, ruang kosong di bagian atap biasanya digunakan sebagai loteng atau kamar tambahan. Dengan begitu, rumah dengan atap ini biasanya memiliki tambahan ruang kosong yang lebih banyak, bisa dimanfaatkan untuk ruang tambahan atau sebagai sirkulasi udara.

Atap piramida

Model atap piramida merupakan salah satu yang paling kompleks dan membutuhkan perhitungan yang presisi. Untuk mendapatkan lebar dan tinggi yang sama tiap sisinya, perlu dilakukan perhitungan yang tepat. Atap jenis ini biasanya digunakan untuk bagian rumah yang memiliki luas tanah yang tidak terlalu besar. Atap piramida juga bisa digabungkan dengan model atap lainnya, ketika sebuah bangunan rumah memiliki bagian-bagian kecil.

Jadi, model mana yang akan Anda pilih untuk rumah kesayangan Anda?

Penulis: Krista Rai

Foto: Freepik

Follow Instagram @etalaseserpong