Yuk, Segera Lapor SPT Tahunanmu

518

Sebagai warga negara yang baik, kita harus melaksanakan kewajiban membayar pajak dengan melapor SPT tahunan. Bagi pegawai atau karyawan, pembayaran pajak sebenarnya sudah dilakukan melalui pemotongan gaji oleh kantor tempatmu bekerja. Akan tetapi, karyawan tetap harus lapor SPT ke kantor pajak.

Jenis SPT tahunan terbagi menjadi dua, yaitu SPT tahunan orang pribadi (SPT 1770, SPT 1770 S, dan SPT 1770 SS) dan SPT tahunan badan (SPT 1771). Bagi kamu yang belum melaporkan SPT tahunan hingga tenggat waktu akan dikenai denda sebesar Rp100.000 per orang.

Jika kamu sulit menyempatkan waktu untuk datang ke kantor pajak, sekarang sudah dimudahkan dengan melakukan pelaporan secara daring melalui e-filing yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Pelaporan secara daring ini sangat efisien waktu dan biaya tanpa perlu antre. Untuk mendaftarkan secara daring, kamu bisa kunjungi website DJP Online.

Kenapa harus bayar pajak?

Banyak orang yang masih bertanya kenapa sih harus bayar pajak? Ada beberapa alasannya, salah satunya adalah kamu turut berkontribusi membangun bangsa Indonesia supaya lebih baik, seperti pembangunan infrastruktur, fasilitas umum dan kesehatan, fasilitas pendidikan, dan lain-lain. Jika negaranya menjadi lebih baik, pasti akan banyak manfaat yang bisa kamu rasakan.

Salah seorang warga Cisauk, Rara, selalu tepat waktu ketika diimbau melaporkan SPT tahunan. “Kebetulan selalu disediakan Pojok Pajak di kantor dengan mendatangkan petugas pajak dari DJP. Jadi, mereka akan mendampingi saat saya lakukan pelaporan. Ini sangat efisien karena saya enggak perlu datang dan antre ke KPP.”

Dokumen yang perlu disiapkan

Sebelum melaporkan SPT tahunan, kamu harus mempersiapkan beberapa dokumen pendukung sebagai berikut.

  • NPWP (nomor pokok wajib pajak)

Kamu membutuhkan nomor NPWP untuk masuk ke laman lapor pajak. Maka dari itu, selalu catat nomor NPWP kamu di tempat yang bisa dilihat segera seperti ponsel. Kemudian masukkan kata sandi. Jangan sampai lupa kata sandimu, ya.

  • Bukti potong pajak penghasilan (formulir dengan kode 1721 A1 atau A2)

Formulir dengan kode A1 ditujukan untuk karyawan swasta dan kode A2 untuk pegawai negeri sipil (PNS). Data-data dari bukti potong pajak ini dibutuhkan sebagai acuan kamu saat lapor SPT tahunan. Bukti potong pajak ini bisa kamu minta pada bagian keuangan. Atau biasanya, bisa diunduh dari portal perusahaan tempatmu bekerja.

  • EFIN (electronic filing identification number)

EFIN ini sangat dibutuhkan ketika kamu lupa kata sandi. Maka dari itu, catat EFIN baik-baik. Namun, jika lupa nomor EFIN, kamu bisa menghubungi kantor pajak dengan membawa NPWP. Petugas pajak pun akan mencari dan memberitahukan EFIN kamu.

  • Daftar penghasilan, aset, dan utang

Dokumen ini diperlukan bagi kamu yang memiliki penghasilan lain di luar penghasilan tetap. Selain itu, kamu juga perlu mendaftarkan aset dan kewajiban utang yang masih dalam pembayaran.

Cara lapor SPT secara online

  • Pertama-tama, kamu harus membuka website DJP Online. Kemudian login dengan memasukkan nomor NPWP dan kata sandi.
  • Pilih tab lapor dan klik e-Filing, kemudian klik buat SPT.
  • Jawab semua pertanyaan pada formulir SPT secara lengkap. Jika penghasilan bruto kamu lebih dari Rp60 juta maka pilih “Tidak” dan akan muncul formulir SPT 1770S. Jika di bawah Rp60 juta, pilih “Ya”  dan akan muncul formulir SPT 1770SS. Kemudian, klik dan pilih tahun pajak serta status SPT. Klik langkah berikutnya.
  • Selanjutnya, mengisi data SPT, seperti jumlah pendapatan dalam setahun, harta, dan utang. Bagi kamu yang belum mendaftarkan harta dan utang, kamu bisa klik tab tambah. Isi harta dan utang yang kamu miliki.
  • Pada bagian daftar pemotongan/pemungutan pph oleh pihak lain dan pph yang ditanggung pemerintah, biasanya akan terisi otomatis karena sudah dilakukan pemotongan oleh pihak kantor.
  • Setelah itu, lanjut ke bagian pengisian identitas, seperti status perkawinan, jumlah tertanggung, dan lain-lain.
  • Setelah semua selesai, cek kembali isian formulir pajak kamu, apakah hasilnya nihil, kurang bayar, atau lebih bayar. Jika kurang bayar, buatlah id biling dan bayarlah dengan cara mentransfer. Jika lebih bayar, kamu bisa menyampaikan laporan pajak secara manual ke kantor pajak terdekat.
  • Selanjutnya, akan muncul pernyataan dan bacalah. Kemudian, centang agree/setuju. Biasanya DJP akan mengirimkan kode verifikasi ke email kamu sebelum kamu mengirim SPT. Setelah mendapat email, masukkan kodenya lalu kirim.

 

Laporan SPT tahunanmu pun sudah selesai dan kamu akan mendapatkan pesan email bukti kamu sudah melakukan pelaporan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera laporkan SPT tahunanmu. Lebih cepat lebih baik. Jangan sampai kamu jadi tim deadliner, ya ETALASER!

Bijak bayar pajak!

 

Penulis: Linda Irawati

Foto ilustrasi: Freepik

Follow Instagram: @etalaseserpong